Menkes Mengaku Sejumlah Negara Kaget dan Puji Turunnya Kasus Covid-19 di Indonesia

Menkes Mengaku Sejumlah Negara Kaget dan Puji Turunnya Kasus Covid-19 di Indonesia
Ilustrasi (antara)

WJtoday, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku, beberapa negara kaget dan memuji proses dari penurunan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir di Tanah Air, setelah mengalami puncaknya pada pertengahan Juli 2021 lalu. 

Budi mengatakan, pujian itu disampaikan oleh sejumlah pimpinan di sektor kesehatan negara lain, ketika mereka melakukan pertemuan G20 di Roma, Italia, pada 5-6 September. 

“Untuk yang mengatasi pandemi mereka juga memuji ‘wah kok akhirnya turunnya hebat sekali’. Tetapi dengan kerendahan hati saya bilang ‘ya sebagian turunnya itu karena tim seluruh Indonesia bekerja keras, tetapi setiap kali kita lihat ada up pasti ada down,” ujar Budi dalam acara “Peran Kesehatan Respirasi Selama 76 Tahun Indonesia Merdeka” melalui kanal YouTube RSUP Persahabatan, yang dipantau pada Jumat (10/9/2021).

Namun, dibalik pujian tersebut Budi menyampaikan, ini bukan waktu yang tepat untuk berbangga hati karena seluruh masyarakat masih perlu rendah hati dan tetap waspada kendati virus ini yang bersifat unpredictable. 

Ia menyarankan kepada pemerintah beserta masyarakat agar tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan serta pemberlakuan 3T (tracing,testing,treatment). 

“Sebagai negara (mungkin kedua) sesudah India yang terkena varian delta, memang kita sempat dicela oleh banyak orang, tetapi sekarang yang lain yang mencela kita kena juga. Jadi sekarang seperti yang sudah saya lihat negara-negara yang vaksinasinya sudah tinggi sekali seperti Israel, malah jumlah kasusnya sudah lebih tinggi daripada wave sebelumnya,” sebutnya. 

Baca juga: Angka Penularan Covid-19 RI Dekati Standar Aman WHO

Dia juga mengatakan beberapa negara tersebut memuji Indonesia terkait capaian program vaksinasi yang tengah dijalankan saat ini. Ia menyebut, Italia dengan jumlah penduduk sebanyak 61 juta jiwa merasa kagum dengan Indonesia lantaran Indonesia sudah menyuntikkan vaksin sebanyak 8 juta suntikan kepada 69 juta orang untuk dosis pertama. 

“Mereka bilang ‘Indonesia punya pabrik vaksin apa?’ Saya bilang ‘Oh enggak, kami enggak punya pabrik vaksin tetapi kami melobi semua vaksin producer untuk dapat sebanyak-banyaknya vaksin,” kata Budi.

Selain itu Budi juga menyebut tingkat 3T (testing, tracing, treatment) di Indonesia sudah mencapai 200.000-250.000 per hari, yang dimana sudah naik sekitar 7 sampai 8 kali lipat dari pantauan Budi sejak Desember 2020 lalu. 

“Mudah-mudahan bisa terus naik sejalan dengan perbaikan yang kita lakukan di sistem pelacakannya supaya memastikan semua orang yang kontak erat itu bisa dilacak dan bisa dites secara efektif,” pungkasnya.  ***