Mendagri Akui SE Pembatasan Pembelian Sembako Sudah Tepat

Mendagri Akui SE Pembatasan Pembelian Sembako Sudah Tepat
Mendagri Akui SE Pembatasan Pembelian Sembako Sudah Tepat
WJtoday, Bandung - Heboh pandemi Covid-19 membuat sejumlah masyarakat menjadi ketakutan bahan kebutuhan pokok bakal langka di pasaran. Terjadilah apa yang dinamakan panic buying atau aksi borong sembako di sejumlah daerah.

Tidak sedikit pula sejumlah pedagang besar memanfaatkan situasi ini untuk mengeruk keuntungan dengan melakukan penimbunan hingg membuat kelanggkaan barang. Tujuannya agar harga terdongkrak menjadi tinggi, bahkan tak masuk akal. Seperti harga bawang bombay yang menembus harga di atas Rp100 ribu per kilo.

Manyikapinya, beberapa waktu lalu Satreskrim Polri mengeluarkan Surat Edaran (SE) pembatasan pembelian sembako. 

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, hal tersebut dilakukan guna menjaga sembako dari penimbunan oleh oknum masyarakat.

"Masyarakat terutama kelas menengah ke bawah, yang paling rentan di bidang ekonomi, harus dibantu oleh sembako," kata Tito pada konferensi pers bersama wartawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (18/3/2020).


Menurutnya, kesediaan sembako sangat penting. Apalagi saat ini setiap daerah ada kebijakan sosial distancing, menjaga jarak, menurutnya otomatis akan berpengaruh pada ekonomi.

"Sembako ini harus tetap ada. Presiden sudah menugaskan Bulog, Mentan, Mendag, Menteri ekonomi, untuk memastikan kecukupan sembako," tegasnya.

Dia menjelaskan, beberapa kasus ada yang memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan penimbunan supaya langka.

"Setelah langka, harga naik, baru dia lepas. Ini yang tidak boleh," pungkasnya. ***