Menang 2-1 atas Spanyol, Brasil Raih Emas Sepakbola Olimpiade Tokyo 2020

Menang 2-1 atas Spanyol, Brasil Raih Emas Sepakbola Olimpiade Tokyo 2020
Malcom #17 dari Tim Brasil melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua timnya dalam Perebutan Medali Emas Putra antara Brasil dan Spanyol pada hari kelima belas Olimpiade Tokyo 2020 di International Stadium Yokohama pada 7/8/21(Euro sport)

WJtoday, Yokohama – Tim sepakbola Brasil menang 2-1 atas Spanyol pada babak final Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Yokohama International, Yokohama, Jepang, Sabtu (7/8/2021).

Gol kemenangan Brasil diciptakan Malcom pada menit ke-108. Malcom yang tampil dari bangku cadangan, memenangi perebutan bola umpan panjang dengan bek Jesus Vallejo. Dengan mudah, Malcom menaklukkan kiper Unai Simon.

Pertandingan terpaksa dilanjutkan dengan babak tambahan karena kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal. Spanyol sempat ketinggalan 0-1 sebelum akhirnya kapten Mikel Oyarzabal menyamakan kedudukan pada menit ke-61.

Brasil unggul 1-0 lewat Matheus Cunha pada injury time babak pertama. Gol bermula dari umpan lambung. Cunha yang dikawal dua pemain Spanyol mampu memenangi perebutan dan melepaskan bola ke sudut kiri gawang yang dikawal kiper Simon.

Sebelum gol itu terjadi, pada menit ke-38, Brasil berpeluang mencetak gol pertama. Namun sayangnya, tendangan penalti yang dilepaskan Richarlison, melambung di atas gawang. Tendangan penalti diberikan setelah kiper Simon melanggar Cunha saat menghalau tendangan silang.

Sebelum laga tersebut, baik Brasil dan Spanyol baru sekali berhasil menjuarai Olimpiade cabang sepakbola putra.

Brasil menyabet medali emas di Olimpiade Rio 2016 sedangkan Spanyol meraih posisi tersebut pada Olimpiade Barcelona 1992, hampir 30 tahun yang lalu.

Spanyol dan Brasil mencapai partai final di Olimpiade Tokyo 2020 dengan berbagai perjuangan setelah mengalahkan lawan-lawan yang cukup berat.

Brasil ke perempat final setelah menjuarai Grup D yang dihuni oleh Pantai Gading, Jerman, dan Arab Saudi.

Tim Samba mengumpulkan 7 poin dari hasil bermain imbang melawan Pantai Gading dan menang atas Jerman dan Arab Saudi.

Pada perempat final, Brasil bertemu dengan wakil Benua Afrika, yaitu Mesir dan menang tipis dengan skor 1-0.

Pada semifinal, Brasil bertemu dengan lawan mereka di final Olimpiade London 2012 yakni Meksiko.

Menghadapi Meksiko, Brasil tidak bisa memenangi pertandingan dengan bermain imbang 0-0 di waktu normal dan babak tambahan yang membuat laga dilanjutkan dengan adu penalti.

Pada babak adu penalti, Brasil memastikan diri lolos ke partai final Olimpiade dengan skor 4-1.

Di sisi lain, Spanyol berhasil mengunci posisi juara Grup C setelah meraih satu kemenangan melawan Australia dan dua hasil imbang melawan Mesir dan Argentina.

Pada akhirnya Spanyol lolos ke perempat final sebagai juara grup dan ditemani oleh Mesir yang berada di peringkat kedua.

Pada perempat final, Spanyol berhadapan dengan Pantai Gading dan harus menunggu hingga menit akhir untuk menyamakan kedudukan setelah sebelumnya tertinggal 1-2.

Saat itu, pemain pengganti Rafa Mir berhasil tampil sebagai pahlawan setelah mencetak gol di akhir tambahan waktu babak kedua.

Di babak perpanjangan waktu, Rafa Mir lagi-lagi menjadi pahlawan Spanyol dengan mencetak dua gol tambahan yang membuat mereka menang atas Pantai Gading 5-2.

Di semifinal, Spanyol menemui tuan rumah Jepang dan kembali dipaksa bermain imbang 0-0 hingga waktu normal usai.

Kali ini, pemain Real Madrid Marco Asensio menjadi pahlawan dari Spanyol setelah mencetak gol pada menit ke-115 yang sekaligus mengubur harapan Jepang lolos ke partai final untuk pertama kalinya.

Brasil menyamai pencapaian Argentina, Uruguay, dan Hungaria dengan berhasil menjuarai cabang sepakbola putra sebanyak dua kali secara beruntun.

Argentina menyabet medali emas di Olimpiade Athena 2004 dan Beijing 2008.

Jauh sebelumnya, tim Uruguay dan Hungaria juga pernah berhasil melakukan ini ketika format Olimpiade cabang sepakbola putra masih dibela oleh tim senior.

Uruguay berhasil juara pada Olimpiade Paris 1924 dan Amsterdam 1928, sedangkan Hungaria melakukan hal tersebut pada Tokyo 1964 dan Mexico City 1968.***