Lansia dengan Demensia Beresiko Tinggi Terpapar Virus Corona

Lansia dengan Demensia Beresiko Tinggi Terpapar Virus Corona
ilustrasi. (istock)

WJtoday, Jakarta - Kelompok masyarakat lanjut usia atau menjadi kelompok rentan di masa Pandemi Covid-19. Menurut Yayasan Alzheimer Indonesia, lansia dengan demensia berisiko tinggi tertular virus Corona.

Demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berfikir. Kondisi ini berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari penderitanya. 

Jenis demensia yang kebanyakan menyerang lansia adalah penyakit alzheimer dan demensia vaskular. Di Indonesia, istilah yang umum dikenal adalah pikun.

Namun lansia dengan demensia seringkali tidak memahami situasi pandemi saat ini. Kelompok masyarakat ini cenderung tidak memahami dan sulit untuk mematuhinya. Selain itu, kemampuan berkomunikasi lansia dengan demensia menurun dan seringkali sulit mengungkapkan gejala yang dirasakan.  

Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan memperhatikan gejala spesifik saat lansia dengan demensia terkena . Perubahan perilaku atau gejala demensia yang memburuk harus diwaspadai karena dapat menjadi indikasi infeksi Covid-19, stres, atau kecemasan yang memburuk. 

Tidak semua lansia dengan Covid-19 menunjukkan gejala khas. Namun, menurut Yayasan Alzheimer Indonesia, ketika lansia dengan demensia terinfeksi virus ini perhatikan gejala berikut:

- Peningkatan agitasi 
- Meningkatnya kebingungan 
- Kesedihan yang tiba-tiba 
- Batuk 
- Sulit bernafas
- Demam 
- Berulang kali gemetar karena kedinginan 
- Nyeri otot 
- Sakit kepala 
- Sakit tenggorokan 
- Hilangnya kemampuan mengecap dan penciuman

Apabila lansia dengan demensia terkena Covid-19, lakukan langkah-langkah berikut untuk memastikan kondisinya tertangani dan tidak menularkan virus ke penghuni rumah lainnya, di antaranya:

- Batasi pergerakan lansia di sekitar rumah dan minimalkan ruang bersama. Pastikan ruang bersama seperti dapur, kamar mandi berventilasi baik. 
- Batasi jumlah pendamping. Idealnya, tetapkan satu orang yang dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit kronis untuk merawat lansia tersebut. 
- Jangan izinkan orang luar datang berkunjung hingga lansia benar-benar pulih, tidak menunjukkan gejala Covid-19, dan telah selesai isolasi. 
- Jaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan saat sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setiap kali tangan terlihat kotor. 
- Masker medis harus disediakan untuk pasien, sebisa mungkin dipakai setiap saat oleh pasien, dan diganti setiap hari atau setiap kali basah dan kotor. 
- Lansia harus mempraktikkan kebersihan pernafasan. Jika batuk atau bersin dihadapkan ke siku bagian dalam atau gunakan tisu. Segera buang tisu dan mencuci tangan. 
- Bahan yang digunakan untuk menutup mulut dan hidung harus dibuang atau dibersihkan dengan benar setelah digunakan.
- Pendamping harus memakai masker medis yang menutupi mulut dan hidung ketika di ruangan yang sama dengan lansia demensia. Hindari menyentuh masker saat digunakan. 
- Jika masker menjadi basah atau kotor karena lendir atau cairan, masker harus segera diganti baru. 
- Lepas masker dengan teknik yang tepat, yaitu dengan melepas ikatan atau talinya, bukan menyentuh bagian depan masker. Buanglah segera setelah digunakan dan selanjutnya cuci tangan. 
- Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh pasien, terutama cairan atau lendir dari mulut atau saluran pernapasan, dan tinja. 
- Gunakan sarung tangan sekali pakai dan masker saat memberikan perawatan.
Cuci tangan sebelum dan setelah memakai masker dan sarung tangan.***