Kudeta Partai Demokrat, Benarkah Marzuki Alie Masuk dalam Kelompok Gerakan Kudeta AHY?

 Kudeta Partai Demokrat, Benarkah Marzuki Alie Masuk dalam Kelompok Gerakan Kudeta AHY?
Marzuki Alie dan SBY
WJtoday, Jakarta - Nama mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie muncul dalam salah satu orang yang diduga melakukan upaya kudeta di kepemimpinan Partai Demokrat.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono sebelumnya mengatakan, satu dari lima yang berupaya melakukan kudeta adalah, satu orang partai yang sudah tidak aktif sejak enam tahun lalu.

Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Partai Demokrat Herman Khaeron membenarkan bahwa mantan kader partai yang tidak aktif sejak enam tahun lalu adalah Marzuki Alie.

"Ya (benar Marzuki Alie)," jawab Herman singkat ketika dikonfirmasi media, Selasa (2/2).

Marzuki Alie Warning AHY: Jangan Singgung-singgung Saya, Semua Kejelekan Bisa Saya Buka!
Marzuki Alie menantang Ketua Umum Partai Demokrat (PD) AHY mengungkap nama-nama kader yang diduga pelaku kudeta Partai Demokrat (PD). Menurut Marzuki Alie, AHY tidak perlu takut mengungkap nama-nama tersebut.

"Nggak etis lah. Perlu dia itu sampaikan. Kenapa takut? Kan supaya jelas. Dia bilang orang ini sekian tahun. Nggak perlu takut kok, no. Kan sudah ada fakta katanya kan. Kalau ada fakta buka dong. Jangan menunda-nunda. Biar orang juga merespons," kata Marzuki, Selasa (2/2/2021).

"Kalau mengira-ngira itu menyebarkan fitnah bisa, ya kan. Dan bukan, fitnah dan bisa bermasalah nanti fitnah itu. Melahirkan fitnah itu sama saja dia memfitnah juga," sambung Marzuki.

Marzuki Alie menilai AHY bisa menyampaikan fitnah karena membuat tuduhan terhadap pihak tertentu, termasuk dirinya. Pasalnya, ia menegaskan banyak kader PD yang tidak aktif sejak enam tahun lalu.

"Sampaikan ke AHY, Anda itu bisa menyampaikan fitnah, karena mengira-ngira begini-begini. 6 tahun lalu banyak yang berhenti loh, yang tidak aktif. Akhirnya kan tuduhannya kan kepada orang yang pernah menjabat saja. Yang tahu orang kan Marzuki Alie di republik ini. Selalu Marzuki Alie, apapun Marzuki Alie, dunia goyang di sana Marzuki Alie. Ada ini dikit Marzuki Alie. Saya nggak ngerti juga itu kenapa," ujarnya.

Eks Ketua DPR RI itu pun meminta AHY tidak menyinggung namanya terkait persoalan kudeta PD. Marzuki Alie mengaku tidak segan untuk membongkar keburukan PD jika terus disinggung AHY.

"Kalau dia nyinggung saya. Nanti saya beneran gitu. Gampang kok tahu semua boroknya di dalem. Apa, saya data lengkap kok. Janganlah singgung-singgung saya. Semua yang jelek saya nggak buka di muka publik. Saya jagain partai ini. Jangan singgung-singgung saya. Kan nggak baik, gitu," ucapnya.

"Kalau singgung saya, nanti saya tersinggung, ya kita buka-bukaan aja ngurus partainya gimana. Kan gitu. Ya kita buka semua. Bagaimana kongres, saya buka semua nanti. Kan malu akhirnya," tegas Marzuki.

AHY sebelumnya menyampaikan, ada upaya paksa pengambilalihan ketua umum Partai Demokrat yang dilakukan gabungan lima orang.

Yaitu, satu kader Demokrat aktif, satu kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah diberhentikan tidak hormat karena korupsi pada 9 tahun lalu, satu mantan kader yang keluar 3 tahun lalu, dan satu nonkader partai yang juga seorang pejabat tinggi pemerintah.

Siapa sosok nonkader partai tersebut, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief secara gamblang menyebut bahwa orang yang dimaksud adalah Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko.

Sementara itu, diwawancarai secara terpisah, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra membenarkan bahwa ada pertemuan di Hotel Aston Rasuna Jakarta, lantai 28, pada 27 Januari 2021, sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, bukan mantan kader Demokrat yang mendatangi ke Moeldoko, namun Moeldoko yang mendatangi mereka.

Saat ini, lanjut Herzaky, Partai Demokrat tengah menanti Presiden Joko Widodo untuk mengklarifikasi adanya isu kudeta yang diduga dilakukan oleh Moeldoko dan empat orang lainnya.

"Isu utama kami adalah perilaku kekuasaan. Sampai sekarang kita belum mendapat jawaban dari Pak Jokowi," tandasnya.***