KPK Sebut Terlalu Jauh Kaitkan TWK dengan Kontestasi Politik 2024

KPK Sebut Terlalu Jauh Kaitkan TWK dengan Kontestasi Politik 2024
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Antara)

WJtoday, Jakarta - PLT Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menyatakan terlalu jauh mengaitkan pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) dengan kontestasi politik 2024.

Hal tersebut dikemukakan menanggapi pernyataan mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah yang menyebut pelaksanaan TWK tak terlepas dari agenda politik 2024.

"Terlalu jauh jika mengkaitkan pelaksanaan TWK bagi seluruh pegawai tetap maupun tidak tetap KPK ini dengan kontestasi politik 2024," kata  Ali dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/5/2021).

Ditegaskannya,  sebagai lembaga penegak hukum, KPK tak akan menabrak ketentuan yang diatur dalam undang-undang. Menurutnya, independisi merupakan hal mutlak bagi setiap lembaga penegak hukum, tak terkecuali KPK.

"Hingga saat ini Independensi itu masih menjadi prinsip kerja kami sebagaimana amanat UU KPK," sebut Ali.

Baca juga: Jangan Hanya di KPK, Politisi Demokrat Usulkan TWK Digelar di Polri, Kemenkumham dan Kejagung

Baca juga: Kaitkan TWK KPK dengan Kontestasi Politik 2024, Berikut Analisis Febri Diansyah

Ali menambahkan,  KPK tak pernah melihat latar belakang sosial maupun politik dalam menangani kasus korupsi. Menurutnya, penanganan kasus hanya mengacu pada kecukupan alat bukti sesuai aturan hukum.

Selain itu, dia mengatakan KPK juga tak hanya menangani penindakan korupsi, tetapi juga memiliki tugas pencegahan, monitoring, koordinasi, supervisi, hingga pendidikan dalam memberantas korupsi.

Seperti diketahui sebelumnya, Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut celah korupsi akan terbuka lebar menjelang momentum politik 2024 seiring upaya pelemahan lembaga antirasuah lewat TWK. Ia menilai KPK telah kehilangan independensinya setelah 75 pegawai dinonaktifkan gara-gara dinyatakan tak lulus TWK alih status menjadi ASN.  ***