KPK Dalami Peran Azis Syamsuddin dalam Pengurusan DAK Lampung Tengah

KPK Dalami Peran Azis Syamsuddin dalam Pengurusan DAK Lampung Tengah
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditahan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). Ia menjadi tersangka dugaan kasus suap dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah.(kompas)

WJtoday, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa enam saksi untuk mendalami dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah (Lamteng). Mereka diminta menjelaskan keterlibatan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin  dalam pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lamteng.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan peran tersangka AZ (Azis Syamsuddin) dalam pengurusan pengajuan dana DAK untuk Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2017," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 8 November 2021.

Keenam orang itu, yakni pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Bina Marga Lampung Tengah Supranowo; mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman; PNS Dinas Bina Marga Lampung Tengah Andri Kadarisman; dan Kasub bid Rekonstruksi BPBD Lampung Tengah Aan Riyanto. Selanjutnya, Direktur CV Tetayan Konsultan Dariyus Hartawan dan aparatur sipil negara (ASN) Indra Erlangga.

Ali enggan memerinci lebih jauh pernyataan enam orang itu. Keterangan mereka semua sudah dicatat penyidik dan akan dibongkar dalam persidangan.

Sebelumnya, mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa menyebut eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta fee delapan persen dari total dana alokasi khusus (DAK). Dugaan itu dibeberkan Mustafa dalam persidangan dugaan suap penanganan perkara di Tanjungbalai.

"Waktu itu memang ada pembicaraan seperti itu (meminta fee). Tapi, saya bilang sama Pak Azis, nanti saudara Taufik Rahman (mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah) saja urusan teknis, saya enggak ngerti kalau teknis," kata Mustafa melalui telekonferensi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 1 November 2021.

Permintaan itu dilontarkan Azis saat Mustafa berkunjung ke rumahnya di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mustafa bisa ketemu dengan Azis atas bantuan Ketua DPRD Lampung Tengah, Ahmad Junaedi.

Azis telah ditetapkan sebagai tersangka pada 25 September 2021. KPK menduga Azis memberikan suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju senilai Rp3,1 miliar dari komitmen awal Rp4 miliar.

Pemberian tersebut agar Robin Pattuju membantu mengurus kasus di Lampung Tengah diduga melibatkan Azis dan Aliza Gunado (AG) yang sedang diselidiki oleh KPK. Aliza merupakan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Atas perbuatannya, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.***