KPID Jabar Serahkan Rekomendasi Masyarakat Peduli Penyiaran Revisi P3SPS ke KPI Pusat

KPID Jabar Serahkan Rekomendasi Masyarakat Peduli Penyiaran Revisi P3SPS ke KPI Pusat

WJtoday, Jakarta - Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat (KPID Jabar) menyambangi KPI Pusat Senin 4 Oktober 2021.

Dalam kunjungan ke KPI Pusat, KPID Jabar menyerahkan hasil diskusi Fokus Group Discussion tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Dalam FGD ini KPID Jabar menghasilkan kajian yang melibatkan berbagai stakeholder.

Stakeholder tersebut diantaranya akademisi, organisasi penyiaran, asosiasi televisi, budayawan, organisasi jurnalis dan lain-lain.

Hasil dari FGD ini diserahkan oleh Ketua KPID Jabar, Adiyana Slamet ke ketua KPI Pusat Agung Suprio.

Melalui zoom, pakar komunikasi Dadang Rahmat Hidayat juga berharap, masukan dari masyarakat Jabar ini  dapat diakomodasi untuk menjawab tantangan penyiaran mendatang.

Hal yang sama disampaikan Eny Maryani  bahwa masukan stakeholder Jawa Barat akan dikaji juga oleh lembaga penyiaran.

Namun ia juga mengingatkan jika masukan ini demi kebaikan penyiaran di masa depan.

Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet mengatakan, bahwa hari ini KPID Jawa Barat menyerahkan hasil rekomendasi FGD yang difasilitasi KPID Provinsi Jawa Barat dan FIKOM UNPAD bersama semua komponen peduli penyiaran, dari akademisi, asosiasi dan tokoh-tokoh yang konsen terhadap masalah penyiaran di Jawa Barat.

 Adiyana Slamet juga berharap revisi P3SPS bersifat bottom up, menerima masukan dari bawah.

Sehingga masukan dari masyarakat peduli penyiaran dari Jawa Barat ini dapat menjadi bahan untuk menyempurnakan P3SPS yang sudah dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman, ambigu atau multi tafsir.

Adiyana Slamet juga pada kesempatan tersebut menyerahkan hasil kajian beberapa hal yang substantif, seperti frekuensi publik untuk kepentingan pribadi

Adiyana memberikan contoh seperti tayangan artis, lalu terkait sinetron,serta iklan yang menurut KPID Jabar merupakan pengingkaran regulasi P3SPS.

Adiyana juga menyatakan bahwa KPID Provinsi Jawa Barat  berkomitmen akan selalu menjaga mata dan telinga masyarakat Jawa Barat dalam bidang penyiaran.

Sementara itu tokoh-tokoh Jabar antara lain M. Zain Alfaqih, Nursyawal, PRSSNI, juga ikut mendukung masukan ini.

Komisioner KPID Jabar Jalu Priambodo ikut pula menegaskan inti masukan yang disampaikan adalah  tentang penguatan perlindungan terhadap kepentingan publik dalam program siaran, penegasan terhadap norma yang berlaku pada semua jenis program siaran.

Kemudian konsistensi pembatasan waktu siaran dengan pasal klasifikasi usia dan mekanisme penyelesaian konflik isi siaran jurnalistik.

Pada kesempatan tersebut Ketua KPI Pusat Agung Suprio menerima dengan senang hati masukan dari masyarakat Jawa Barat yang dimotori KPID Jabar.

"Kami akan masukkan juga di website KPI Pusat agar dapat dikritisi oleh pihak lain," katanya.***