Keutamaan Hari Tasyrik dan Amalan-amalan yang Dianjurkan

Keutamaan Hari Tasyrik dan Amalan-amalan yang Dianjurkan
Ilustrasi (youtube)

WJtoday, Bandung - Dalam Islam ada sejumlah hari yang dianggap istimewa, salah satunya yakni hari Tasyrik. Hari Tasyrik adalah hari yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Dzulhijjah kalender Hijriah. Tiga hari tersebut merupakan rangkaian hari penting dalam Islam tepat setelah Iduladha.

Saat Hari Tasyrik, umat Islam yang sedang melangsungkan ibadah haji di Tanah Suci, melakukan kegiatan melempar jumrah di Mina. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang wajib dijalankan oleh seluruh jemaah haji. Di hari yang penuh berkah tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Bagi umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji dan mampu secara finansial, maka dianjurkan baginya untuk berkurban binatang sesuai ketentuan, yaitu domba, kambing, unta, dan sapi.

Waktu tepat untuk menyembelih hewan kurban ini dimulai usai pelaksanaan sholat Idul Adha atau pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga matahari terbenam di tanggal 13 Dzulhijjah atau pada akhir Hari Tasyrik.

Ada banyak keutamaan Hari Tasyrik yang perlu diketahui agar umat Islam senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (Hari Tasyrik)." (HR. Abu Daud)

Karena umat Islam dianjurkan untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah, maka haram hukumnya seorang muslim berpuasa di hari Tasyrik. Dari riwayat Abu Hurairah r.a, Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzaifah agar mengelilingi Kota Mina serta menyampaikan jika:

"Janganlah kamu berpuasa pada hari ini karena ia merupakan hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah."

Amalan Sunah yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik
Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan di hari Tasyrik. Amalan ini bisa memberi keberkahan bagi siapa saja yang melaksanakan. Amalan di hari Tasyrik juga bisa membantu umat Islam untuk memaknai Iduladha yang sesungguhnya. Berikut amalan-amalan yang bisa dilakukan saat hari Tasyrik.

1. Perbanyak dzikir.
Dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 203, Allah berfirman:
"Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya."

Dzikir bisa dilakukan di setiap aktivitas. Ini seperti saat salat wajib, makan dan minum, dan menyembelih hewan kurban. Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih hewan kurban sangat mulia dilakukan. Bagi yang sedang menunaikan ibadah haji, disarankan untuk berdzikir dengan takbir ketika melempar jumroh di hari Tasyrik. Seperti dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

"Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah." (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa'i).

2. Perbanyak syukur.
Di hari Tasyrik akan terkumpul berbagai macam nikmat seperi makanan, minuman, dan ketenangan hati dari Allah. Dengan bersyukur, nikmat yang didapat baik saat hari Tasyrik dan hari-hari lainnya akan makin bermakna. Allah juga akan senantiasi melipatgandakan nikmat yang diberikan bagi orang-orang yang rajin bersyukur.

3. Menyembelih hewan kurban.
Berkurban adalah salah satu sunah yang disyariatkan oleh Alquran dan hadits. Berkurban hanya bisa dilakukan pada Idul Adha dan hari Tasyrik. Seseorang yang mampu secara materi dapat melakukan amalan menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, domba, ataupun kerbau. Berkurban mampu mendekatkan diri pada Allah dan menjadi ungkapan rasa syukur atas apa yang telah dimiliki di dunia. Berkurban juga bermakna untuk mensucikan harta yang dimiliki.

4. Perbanyak doa
Keistimewaan hari Tasyrik membuat tiap doa dan permohonan ampun bisa dikabulkan dengan segera. Maka perbanyaklah berdoa di hari Tasyrik. Doa yang bisa dipanjatkan yakni doa sapu jagat untuk memohon keselamatan dunia dan akhirat.
"Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, lindungilah kami dari siksa neraka."

5. Makan dan minum.
Hari tasyrik merupakan salah satu hari di mana umat Islam dilarang berpuasa karena pada hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum. Maka seorang muslim diwajibkan untuk makan dan minum. 

Hari Tasyrik menjadi hari di mana umat Islam bersuka cita dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Hari-hari Tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman.”

Rasulullah juga bersabda:
Hari Mina (hari Tasyrik) adalah hari menikmati makanan dan minuman.”

Keutamaan Hari Tasyrik
Telah dijelaskan sebelumnya hari Tasyrik adalah hari yang istimewa karena penuh dengan keutamaan atau keistimewaan, sehingga pada hari tersbeut umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dan berdoa meminta kebaikan dunia dan akhirat, karena ini termasuk hari-hari ijabah doa. Berikut keutamaan-keutamaan hari Tasyrik.

1. Hari yang paling agung.
Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Qurth, Rasulullah saw. bersabda:
"Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban (Idul Adha), kemudian hari al-qarr." (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan disahihkan Al-Albani. Al-A’dzami mengatakan di dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah bahwa sanadnya sahih)

Adapun yang dimaksud dengan hari al-qarr adalah tanggal 11 Dzulhijjah berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah bahwa Abu Bakar mengatakan: “Hari al-qarr adalah hari kedua setelah hari kurban.”

2. Waktu yang tepat untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat.
Salah satu keutamaan hari Tasyrik adalah waktu yang tepat untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. Maka dari itu seorang muslim dianjurkan untuk berdoa. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Annas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

"Bahwasanya doa yang paling banyak dibaca Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah rabbana aatinaa fi dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaabannaar." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Hari dikabulkannya doa.
Dalam Lathoif Al-Ma’artif dijelaskan mengenai sebuah riwayat dari Kinanah Al Quraisy, bahwa ia mendengar Abu Musa Al As’ari r.a. berkhutbah di hari an-nahr (Idul Adha) dan berkata:

"Pada tiga hari setelah an-nahr itulah yang disebut Allah sebagai ayyamul ma’dudat. Doa yang dipanjatkan di hari-hari tersebut tidak akan tertolak, maka berdoalah kamu semua dengan berharap kepada-Nya." ***
(Pam: dari berbagai sumber)