Kementerian PPPA Prioritaskan Pemulihan Psikis Nakes Korban Teror KKB di Papua

Kementerian PPPA Prioritaskan Pemulihan Psikis Nakes Korban Teror KKB di Papua
Ilustrasi kondisi sejumlah nakes usai insiden teror oleh KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. (antara)

WJtoday, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga berdialog langsung dengan para tenaga kesehatan (nakes) penyintas tragedi Kiwirok di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (9/10). 

Dia menyatakan, merupakan bentuk pengawalan atas tragedi pembakaran dan penyerangan nakes di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada September 2021.

Dia menegaskan, pemulihan psikis para nakes penyintas agar bisa kembali pulih seperti sedia kala merupakan prioritas utama. Selain itu, jaminan perlindungan bagi mereka serta keluarganya harus menjadi perhatian dari pemerintah daerah (pemda).

"Pada hari ini, saya ingin bicara dari hati ke hari dan berdialog santai untuk membahas situasi dan kondisi para nakes di Pegunungan Bintang. Ini merupakan kesempatan yang berharga dan membahagiakan untuk saya dapat bertemu dengan kalian semua, orang-orang hebat dan tangguh yang berjiwa besar," ungkap Bintang dikutip dari laman Kementrian PPPA, Minggu (10/10/2021).

Sejak awal terjadinya tragedi, lanjut Bintang, yang menimpa nakes di Kabupaten Pegunungan Bintang ini, Kemen PPPA telah melakukan koordinasi yang intens dengan Kapolres, HIMPSI, dan teman-teman di daerah untuk kemudian mengawal tindak lanjut dari penanganan kasus ini.

"Kami sekali lagi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Bupati, mudah-mudahan komitmen untuk memenuhi hak-hak korban nakes ini dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Bintang.

Dia berharap, agar pertemuan ini akan mendapatkan solusi dari masalah yang terjadi agar tidak terulang dikemudian hari khususnya terhadap perempuan. 

"Setiap kasus kami punya komitmen memberikan yang terbaik kepada korban. Bagi para pelaku, efek jera menjadi penting. Kalau tidak ada penindakan yang tegas kejadian-kejadian ini akan terus berulang," pungkasnya.***