Kemensos Matangkan Skema Bantuan untuk Anak Terdampak Pandemi

Kemensos Matangkan Skema Bantuan untuk Anak Terdampak Pandemi
Anak Terdampak Pandemi. (Twitter)

WJtoday, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, memastikan perlindungan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19, termasuk anak-anak.

Pemerintah tengah mematangkan skema perlindungan bagi anak yang terdampak pandemi Covid-19.

Pandemi menyebabkan anak terpisah dengan orang tuanya, karena isolasi mandiri atau orang tua yang meninggal dunia.

Risma mengatakan, negara perlu mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak yang terpisah dengan orang tua, termasuk anak yatim.

Ia tengah membicarakan kemungkinan adanya alokasi anggaran untuk keperluan itu dengan Kementerian Keuangan.

"Saya sudah berbicara dengan Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) agar bisa didukung dari anggaran," kata Risma, dikutip dari laman Kemensos, Jumat (20/8/2021).

"Bantuan untuk anak-anak tersebut menjadi kewajiban negara."

"Sebagaimana amanat konstitusi pada Pasal 34 UUD 1945, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara," jelasnya.

Pemerintah kini sedang mematangkan skema bantuan tersebut dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas.

Menurut Risma, tidak mudah memutuskan skema bantuan yang tepat disebabkan kondisi yang sangat beragam.

"Sekarang ini sedang dimatangkan. Tidak mudah (menyusun skema bantuan) memang, karena Indonesia ini luas dan karakteristik daerahnya macam-macam."

"Kalau aku kemarin di Surabaya enggak begitu luas, jadi mudah," ujar dia.

Bantuan sosial dari negara harus tetap memenuhi prinsip-prinsip akuntabilitas, misalnya dengan merujuk pada data kependudukan.

Untuk anak yang identitas kependudukannya tercatat dengan baik di kartu keluarga, lebih mudah diproses secara administratif.

Namun, bagi yang tidak tercatat tentu membutuhkan prosedur lebih lanjut.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 per 20 Juli 2021, ada 11.045 anak menjadi yatim piatu, serta yatim atau piatu.

Tingkat risiko anak sangat tinggi untuk terpapar Covid-19.

Sehingga, pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan vaksinasi bagi anak-anak minimal usia 12 tahun.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat terdapat sebanyak 350.000 anak yang terpapar Covid-19.

Bahkan, sebanyak 777 di antaranya harus meninggal dunia.***