Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Sejumlah Hoaks soal Vaksin Covid-19

Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Sejumlah Hoaks soal Vaksin Covid-19
Ilustrasi (pam)

WJtoday, Bandung - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait sejumlah hoaks yang baru-baru ini beredar terkait vaksinasi Covis-19.

Kemenkes juga meminta masyarakat waspada dan mencari informasi yang benar terkait info yang bisa menyesatkan. Dikutip dari laman Covid19.go.id, pada Selasa (5/10/2021), sejumlah hoaks itu antara lain:

1. Vaksin Covid-19 Bisa Mengubah Warna Darah
Faktanya, tidak ada kandungan dalam vaksin Covid-19 yang dapat mengubah warna darah. Warna darah dipengaruhi oleh kandungan oksigen dalam sel darah, bukan karena vaksin.

Akun Twitter dengan nama pengguna shane_mcminn mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar suatu aplikasi percakapan. Dalam hasil tangkapan layar tersebut, terdapat foto dua kantung darah dengan warna yang berbeda. Foto kantung darah tersebut juga disertai pesan yang menyatakan bahwa darah yang berwarna lebih gelap adalah darah milik orang yang telah menerima vaksin Covid-19.

Melansir dari USA Today, Kepala Tenaga Kesehatan bidang Layanan Biomedis Palang Merah Amerika, Dr. Pampee Young, menegaskan tidak ada kandungan dalam vaksin Covid-19 yang dapat mengubah warna darah.

Lebih lanjut, melansir dari Medical News Today, warna darah dipengaruhi oleh kandungan oksigen dalam sel darah. Ketika pembuluh darah membawa darah yang kaya akan oksigen dari jantung, darah akan berwarna merah terang. Sedangkan, ketika pembuluh darah membawa darah yang mengandung sedikit oksigen kembali ke jantung, darah akan berwarna merah gelap.

Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna shane_mcminn tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang menyesatkan/misleading content.

2. Pendaftaran Vaksin Nusantara via WhatsApp
Beredar di Facebook informasi tentang pendaftaran vaksin Nusantara dengan cara mengirimkan data diri orang yang akan divaksin dan menggirimkannya ke nomor WA +62 811 372 683 atas nama Prof. Nidom.

Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci “pendaftaran vaksin nusantara” ditemukan beberapa artikel, salah satunya artikel milik Liputan6.com berjudul “Cek Fakta: Tidak Benar Informasi Pendaftaran Penerima Vaksin Nusantara” 15 September 2021. 

Dalam artikel tersebut dr. Terawan Agus Putranto sebagai mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang menggagas vaksin Nusantara mengatakan informasi pendaftaran vaksin Nusantara tersebut tidak benar dan belum melakukan pembukaan program penyuntikan vaksin Nusantara.

“Saya belum membuka pendaftaran,” kata Terawan melansir dari Liputan6.com.

Dalam salah satu artikel yang dimuat oleh Kumparan.com hoaks mengenai pendaftaran vaksin Nusantara juga beredar dengan mencatut nama RSPAD dan informasi hoaks tersebut sudah diklarifikasi oleh Kolonel Jonny.

3. Komedian Tukul Masuk RS Karena Divaksin Covid-19
Banyak beredar di media sosial narasi yang menyebutkan bahwa pendarahan otak yang dialami komedian Tukul Arwana berkaitan dengan vaksin Covid-19. Faktanya informasi tersebut tidak benar.

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mursyid Bustami menegaskan, pendarahan otak yang dialami Tukul tidak ada kaitannya dengan vaksinasi Covid-19.

Hal tersebut harus diklarifikasi agar tidak ada keraguan dari masyarakat terhadap vaksinasi.   ***