Kemendagri Dalami Kasus NIK Warga Bekasi Sudah Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi

Kemendagri Dalami Kasus NIK Warga Bekasi Sudah Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi
ilustrasi Pengecekan Identitas Sebelum Vaksinasi

WJtoday, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sedang mendalami penyebab warga Bekasi tidak bisa ikut vaksin Covid-19 karena Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya dipakai oleh orang lain.

"Kami sedang dalami," ungkap Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Rabu (4/8/2021).

Namun demikian, Zudan mengungkapkan warga Bekasi yang NIK-nya dipakai orang lain itu kini telah disuntik vaksin Covid-19. 

"Sudah kita selesaikan. Kita koreksi NIK yang dipakai orang lain," jelasnya.

Zudan menuturkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan koreksi sehingga NIK warga Bekasi itu yang akan dipakai untuk sertifikat vaksin Covid-19.

"Sudah tadi pagi. Dari Kemkes akan melakukan koreksi sehingga NIK yang benar yang akam dipakai untuk sertifikat vaksin," ucapnya.

Diwartakan sebelumnya, seorang warga Perumahan Vila Mutiara Cikarang, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Wasit Ridwan (47) tidak bisa mendapatkan vaksin Covid-19 lantaran NIK-nya dipakai orang lain yang diduga Warga Negara Asing (WNA).

Wasit heran bukan kepalang saat tahu dirinya tidak bisa disuntik Vaksin karena NIK-nya sudah dipakai oleh orang lain.

"Saya enggak pernah divaksin. Tapi pas mau vaksin enggak bisa. Pas verifikasi ternyata NIK saya sudah dipakai satu kali. Padahal saya ngerasa belum pernah vaksin, tapi NIK itu sama persis dengan milik saya,” kata Wasit Selasa (3/8/2021).***