Kemenag Utarakan Alasan Geser Hari Libur Keagamaan

Kemenag Utarakan Alasan Geser Hari Libur Keagamaan
Ilustrasi (pikiran rakyat)

WJtoday, Jakarta - Pemerintah memutuskan menggeser hari libur Maulid Nabi 1443 Hijriah dan menghapus cuti bersama Natal 2021. Kebijakan ini sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo, mengakui, pandemi di Indonesia memang mengalami tren penurunan. Namun, hal itu tidak boleh mengendorkan kewaspadaan, utamanya dalam disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Meski pandemi menurun, harus tetap waspada. Disiplin protokol kesehatan harus tetap dijalankan,” kata Wibowo, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (13/10/2021).

Dia mengklaim, Indonesia menangani pandemi dengan baik. Itu disebut tak terlepas dari upaya serius pemerintah dan dukungan kedisiplinan umat beragama dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Meski demikian, Wibowo mengingatkan, pandemi belum usai dan semua pihak harus waspada. Karenanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai salah satu organisasi keagamaan diharapkan turut membantu penanganan wabah bukan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berpotensi mengendorkan kedisiplinan sehingga kontraproduktif dalam upaya memerangi Covid-19.

“Di tengah masa pandemi ini, marilah kita menjalankan ibadah dan merayakan hari besar agama dengan khusyuk seraya bertanggung jawab dalam melindungi kesehatan keluarga tercinta, kerabat, sahabat, masyarakat, dan bangsa ini,” tandasnya.

Perubahan sebelumnya juga dilakukan pada hari libur tahun baru Islam. Tanggal 1 Muharram 1443 bertepatan dengan 10 Agustus 2021, tetapi "tanggal merah" diseger sehari menjadi 11 Agustus.  ***