Kemenag Anggarkan Rp6,9 Miliar untuk Operasional Masjid dan Musala

Kemenag Anggarkan Rp6,9 Miliar untuk Operasional Masjid dan Musala
ilustrasi Masjid Agung Kota Bandung./Twitter

WJtoday, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan musala di daerah terdampak Covid-19. Total bantuan yang akan disalurkan sebesar Rp6,9 miliar.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) M Agus Salim mengatakan bantuan operasional tersebut dapat digunakan takmir dan pengurus untuk memenuhi keperluan percepatan penanganan Covid-19. Sekaligus untuk memenuhi standar protokol kesehatan.

"Misalnya, untuk penyediaan protokol kesehatan 5M seperti penyediaan sanitasi cuci tangan, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pengukur suhu tubuh serta sarana pencegahan covid-19 yang lainnya," kata Agus melalui keterangan tertulis, Minggu, 29 Agustus 2021.

Menurut Agus, bantuan juga bisa digunakan untuk kebutuhan pembayaran listrik dan air. Selain itu, untuk kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring.

Sebanyak Rp6,2 miliar disediakan untuk masjid dan Rp700 juta untuk musala. Setiap masjid mendapat Rp20 juta dan musala sejumlah Rp10 juta.

Bantuan tersebut, kata Agus, diberikan sebagai bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah di masa pandemi covid-19. Dia berharap bantuan itu membantu masjid atau musala melayani umat secara optimal di masa pandemi covid-19.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Abdul Syukur, menjelaskan ada terdapat beberapa persyaratan dan prosedur permohonan bantuan yang harus dipenuhi oleh takmir dan pengurus masjid atau musala.

"Salah satu persyaratannya, masjid/musala harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, memiliki rekening Bank atas nama masjid/musala, dan terdampak/berada pada daerah yang terpapar covid-19," terang Abdul.

Dokumen permohonan bantuan ditujukan kepada Menteri Agama melalui Dirjen Bimas Islam atau Direktur Urais Binsyar. Dokumen tersebut selanjutnya diunggah pemohon ke laman simas.kemenag.go.id.

Permohonan bantuan paling lambat diajukan secara online pada 12 September 2021. Seluruh sistem dan mekanisme pengajuannya akan dilakukan secara online.

"Lewat online sebagai upaya transformasi digital terkait pengelolaan bantuan di Bimas Islam," ucap Abdul.***