Ragam Alat Musik Sunda dan Cara Memainkannya

Ragam Alat Musik Sunda dan Cara Memainkannya
Ilustrasi (123rf.com)

WJtoday, Bandung - Indonesia dikenal beragam kekayaan budayanya, termasuk alat musik. Berbicara mengenai alat musik tradisional, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi Indonesia yang memiliki beragam alat musik

Jawa Barat memiliki begitu banyak kekayaan warisan budaya yang ada dari waktu ke waktu. Sebagian warganya masih mempertahankan tradisi, seperti melakukan ritual lokal, dan juga alat musik tradisional. 

Orang Jawa Barat atau disebut urang Sunda populer dengan musik dan lagunya yang merdu karena keseleraan antara alat musik dan puisi yang mirip dengan cerita rakyat Tanah Pasundan.

Begitu juga dengan kebudayaannya yang cukup terkenal, dari kesenian, tari-tarian, perwayangan dan yang lainnya, selalu menjadi daya tarik tersendiri. Tentu, berbagai kesenian tersebut tak lepas dari alat musik tradisional yang mengiringi.

Namun timbul kekhawatiran, warisan budaya itu kelamaan akan terkikis serbuan budaya asing. Generasi milenial tak lagi mengenal alat musik khas sunda. Mereka lebih akrab dengan budaya K-pop, drama Korea atau Jepang.

Untuk itu, ayo kenali beberapa alat musik Sunda dan cara menainkannya, agar warisan budaya yang ratusan tahun turun temurun masih dikenali generasi saat ini.

1. Angklung
Angklung jadi satu-satunya alat musik Sunda yang tercatat sebagai karya agung warisan budaya lisan dan Non-bendawi manusia dari UNESCO semenjak November 2010, sungguh membanggakan. Bahkan Saung Anglung Udjo di Bandung menjadi salah satu tujuan para wisatawan mancanegara.

Angklung terbuat dari bahan bambu yang dimainkan dengan cara digoyangkan, sehingga keluar nada khusus tergantung jenis angklung yang dimainkan. 

Alat musik angklung terdiri atas 2-4 tabung bambu dalam bingkai bambu yang diikat dengan tali atau rotan. Tabung bambu tersebut akan menghasilkan nada tertentu ketika diguncang atau digoyangkan. Agar bunyi angklung menjadi rangkaian melodi yang indah, dibutuhkan beberapa pemain untuk berkolaborasi memainkannya.

2. Calung
Calung adalah alat musik yang berasal dari tanah Sunda yang telah berkembang sejak lama di daerah Jawa Barat. Calung biasanya dimainkan bersama dengan alat musik lainnya yaitu angklung yang juga merupakan alat musik khas masyarakat Sunda.

Sama seperti angklung yang terbuat dari bambu pilihan, calung terbuat dari bambu berjenis awi wulung dan awi temen. Namun yang membedakan calung dengan angklung adalah cara memainkannya, apabila angklung dimainkan dengan cara di goyangkan sedangkan calung dimainkan dengan cara dipukul.

Calung terbagi menjadi dua jenis, yaitu calung rantay dan calung jinjing. Calung jinjing menjadi jenis calung yang berkembang hingga saat ini dan lebih dikenal oleh masyarakat.

Calung biasanya dimainkan saat upacara pernikahan, khitanan, sebagai hiburan. Biasanya diselingi juga dengan banyolan-banyolan khas Sunda ketika jeda memainkannya. Salah satu seniman Jabar yang sempat melambungkan Calung adalah almarhum Darso, yang mengombinasikan calung dengan alat musik modern hingga populer di Tatar Sunda dengan lagunya seperti Maripi, Kabogoh Jauh, dan lainnya.

3. Kacapi (Kacapi)
Kecapi adalah alat musik khas Jawa Barat yang dimainkan dengan cara dipetik. Bentuk kecapi sendiri adalah kotak, dengan diatasnya berjajar senar atau dawai. Ada dua kecapi dalam Alat music tradisional Sunda, yakni kecapi indung dan kecapi rincik.

Alat musik ini dibawa oleh pendatang dari China dan kemudian diperkenalkan ke penduduk di Nusantara. Oleh karena itu, alat musik kecapi juga sebenarnya cukup dikenal di tanah Betawi.

Di China, alat musik ini disebut juga dengan "Ghuzeng" yang umumnya digunakan untuk mengiringi musik dengan alunan yang lembut serta mendayu.

Di tanah Sunda, alat musik kecapi dijadikan alat musik utama dalam tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran dan kecapi suling. Alat musik kecapi memiliki peranan penting dalam tembang Sunda. Kecapi memiliki dua bagian, yaitu kecapi anak dan induk dalam memainkannya. Umumnya, kecapi induk berperan dalam memulai sebuah musik dan menentukan tempo.

Kecapi induk memiliki 18-20 buah dawai, sedangkan pada kecapi anak memiliki frekuensi yang lebih tinggi dengan dawai yang digunakan hanya 15 buah.

Dalam perkembangannya kini, kecapi tidak hanya mengiringi musik tradisional Sunda, tetapi juga untuk mengiringi lagu-lagu non Sunda seperti pop, dangdut dan sebagainya. Sebut saja salah satunya seniman Nano S, yang banyak melahirkan lagu populer melalui petikan kecapinya.

4. Suling
Suling di Jawa Barat sekilas mirip dengan seruling yang ada di beberpa daerah di Indonesia. Alat musik ini hingga kini masih akrab dengan masyarakat Sunda, karena salah satunya dijadikan suvenir di sejumlah tempat wisata.

Suling khas Jawa Barat memiliki enam lubang didalamnya, yang menimbulkan suara lebih tinggi dari seruling lain di Indonesia. Alat musik ini sangat populer, sehinga dapat dengan mudah ditemukan didalam rumah masyarakat Sunda.

Suling bambu khas Sunda  terbuat dari bambu dengan ciri-ciri berbentuk ramping yang panjang kurang lebih 15-30 cm dengan diameter berkisar 3-4 cm.

Suara pada suling dihasilkan dari udara yang ditiup melalui ujung lubang yang ada pada instrumen. Udara tersebut akan mengalir dan membentur dinding suling. Getaran pada dinding akan menjadi resonator dan menghasilkan nada. Hasilnya adalah nada yang lembut dan indah.

5. Kendang
Kendang menjadi salah satu alat musik tradisional Jawa Barat. Kendang juga menjadi salah satu alat musik yang populer digunakan dalam berbagai pertunjukkan dan acara sebagai penghibur. Selain di Jawa Barat, kendang juga termasuk dalam instrumen musik gamelan di Jawa Tengah.

Umumnya, dalam sebuah pertunjukan kendang khas Sunda terdiri dari tiga kendang, yaitu kendang indung, serta dua kendang anak yang terdiri dari ketipung dan kutiplak.

Tiap jenis kendang ini dibedakan sesuai fungsinya, seperti kendan jaipongan, kendang keurseus, kendang kiliningan, kendang ketuk tilu, dan lain-lainnya.

Kendang sangat berguna untuk mengatur irama, tempo, memulai sebuah lagu, dan menghentikan sebuah lagu. Cara bermain kendang adalah dipukul atau ditepak.

6. Karinding
Karinding pada awalnya dibuat untuk petani sebagai alat pengusir hama, karena bunyi yang dihasilkan karinding dapat mengganggu indra milik hama. Bunyi yang dihasilkan karinding mengandung getaran low decilbe, getaran ini hanya didengar oleh serangga. Bunyi ini yang dinamakan suara ultrasonic. Nama karinding juga memiliki arti, Ka berarti sumber sedangkan Rinding berarti suara.

Alat musik karinding terbuat dari bambu atau pelepah aren yang berukuran sekitar 20 cm kali 1 cm, ukuran ini tidak selalu mutlak tergantung dengan selera pemain dan pembuatnya.  Bahan untuk membuat karinding tergantung dari letak daerah, contohnya pada bagian timur sunda lebih sering menggunakan bambu karena disana banyak tumbuh pohon bambu.

Karinding dibuat menjadi  tiga bagian, yaitu tempat yang digunakan untuk memegang karinding (pancepengan), jarum tempat keluarnya nada (ekor kucing) dan bagian ujungnya (yang disebut pemukul).

7. Rebab
Alat musik traidisonal khas Suku Sunda lainnya adalah rebab, yang seringkali disebut dengan lengek, dan pemain yang memainkan rebab disebut sebagai ngalengek.

Dalam sejarah, rebab adalah salah satu alat musik penting untuk mengisi melodi dasar dalam nada. Ukuran rebab ini terbilan kecil dan memiliki badan yang bulat serta leher yang panjang. Rebab khas Sunda, dibuat secara tegak dan dilengkapi dengan busur.

Busur yang digunakan untuk memainkan rebab lebih melengkung dibandingkan dengan busur yang digunakan pada alat musik biola. Tentunya, rebab dimainkan dengan cara menggesek busur pada rebab.

Awal mulainya, rebab terbuat dari tembaga serta memiliki tiga senar atau dawai. Namun seiring perkembangannya, rebab dibuat dari bahan dasar kayu dan berbentuk seperti busur panah.

8. Tarawangsa
Tarawangsa adalah alat musik lainnya dari Suku Sunda. Memiliki bentuk yang unik, alat musik ini dimainkan dengan cara digesek. Dalam sejarah, tarawangsa sudah ada lebih dulu sebelum muncul alat musik rebab.

Menurut naskah kuno Sewaka Darma, tarawangsa sudah ada sejak abad ke-18. Hal ini membuat tarawangsa juga disebut sebagai rebab jangkung, karena memiliki bentuk yang serupa namun ukurannya yang lebih tinggi dibanding rebab.

Alat musik ini memiliki dua dawai yang terbuat dari kawat baja atau besi. Dawai yang dimainkan hanya satu, yaitu yang letaknya paling dekat dengan pemain. Sedangkan dawai lainnya dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari telunjuk sebelah kiri.

Nama tarawangsa tidak hanya digunakan untuk menyebut alat musik ini, tetapi juga digunakan sebagai nama sebuah kesenian musik.

9. Kohkol
Kemudian juga ada kohkol, jika kita perhatikan kohkol memiliki kemiripan dengan kentungan. Namun, masyarakat Sunda menyebutnya sebagai kohkol. Bagi masyarakat Sunda, kohkol merupakan alat musik tradisional yang saait ini masih digunakan.

Sama halnya dengan beberapa daerah di Indonesia, kohkol atau kentungan ini juga digunakan untuk memperingatkan adanya bahaya yang datang bagi masyarakat Sunda, seperti pencurian atau untuk mengumpulkan warga.

Namun di Suku Sunda sendiri, alat musik kohkol ini juga digunakan sebagai alat musik perkusi.

10. Jengglong
Alat musik jengglong yang berasal dari Jawa Barat ini memiliki peran penting dalam mengiringi kerangka lagu dan pembuat suara dasar. Jenglong ini dibuat dari perunggu, besi, dan kuningan.

Cara memainkan jengglong yaitu dengan menggunakan alat pemukul khusus yang terbuat dari kayu berbentuk lurus yang memiliki ujung empuk, karena dilapisi dari bahan dasar bahan wol dan benang.

Jengglong juga masih satu jenis dengan bonang, saron, dan gong, yang merupakan satu set dalam alat musik gamelan dari Jawa Barat.

11. Celempung
Sama seperti alat musik Sunda lainnya, alat musik celempung terbuat dari bambu gombong yang dilengkapi dengan senar dari bambu. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul dengan ujung yang dibalut kain, serta membuka ruas tutup pada bagian atasnya.

Celempung dapat menghasilkan suara yang terdengar seperti kendang dan suara gong. Alat musik ini digunakan dalam berbagai pertunjukan, yang umumnya dimainkan bersama kacapi, suling, gong buyung, dan juga rebab.

12. Jentreng
Alat musik khas Sunda lainnya adalah jentreng. Jentreng merupakan alat musik yang sejenis dengan kecapi, namun dengan jumlah senar atau dawai sebanyak tujuh buah. Kemudian, ukuran jentreng juga lebih kecil daripada kecapi pada umumnya.

Jentreng dibuat dari bahan kayu kembang atau kenang, yang bisa juga menggunakan kayu nanga. Cara memainkannya adalah dengan dipetik menggunakan jari-jari tangan. Ibu jari digunakan untuk memetik nada tinggi, sedangkan jari tengah, jari telunjuk, tangan kiri digunakan untuk nada rendah.

13. Goong Bambu
Walaupun bernama Goong yang seperti gong, berbeda dengan gong dari logam yang dipukul. Goong tiup menghasilkan suara yang mirip dengan dengungan menggema atau terompet pemanggil hewan ternak milik bangsa Eropa.

Uniknya, alat musik yang terbuat dari batang bambu utuh ini, berukuran besar sepanjang kurang lebih 1,5 meter hingga 2 meter. Alat ini masih bisa ditemukan di Tasikmalaya, salah satu senimannya yang terkenal di sana adalah Mang Adang.

Gong tiup ini dimainkan dengan menghembuskan napas melalui ujung bambu yang lebih kecil, alat musik ini tidak memiliki nada khusus namun dapat memberikan efek suar ayang berkesan magis.  ***

(Pam: dari berbagai sumber)