Kejagung Ajukan Kasasi Atas Pengurangan Vonis Terdakwa Jiwasraya

Kejagung Ajukan Kasasi Atas Pengurangan Vonis Terdakwa Jiwasraya
Sidang Perdana Terdakwa kasus Korupsi Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Tipikor Jakarta,Rabu (3/6/20)
Wjtoday, Jakarta - Kejaksaan Agung resmi mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi terhadap 6 terdakwa kasus korupsi Jiwasraya ke Mahkamah Agung.

"Telah mengajukan upaya hukum kasasi terhadap 6 (enam) berkas perkara Tindak Pidana Korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero)," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer, kepada wartawan, Senin (15/3).

Menurut Leonard, pengajuan kasasi sudah dilakukan sejak 8 Maret 2021. Kasasi diajukan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Pada tingkat pertama di Pengadilan Tipikor Jakarta, enam terdakwa kasus Jiwasraya kloter pertama dihukum penjara seumur hidup. Mereka kemudian mengajukan banding.

Mereka adalah Direktur Utama Jiwasraya 2008-2018, Hendrisman Rahim; Direktur Keuangan Jiwasraya 2013-2018, Hary Prasetyo; Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya 2008-2014, Syahmirwan.

Kemudian dari unsur swasta yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokro; Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat; dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Hasilnya, empat di antaranya dikabulkan yang membuat vonis penjara seumur hidup itu dibatalkan. Namun mereka tetap dinyatakan bersalah dalam kasus Jiwasraya.

Berikut putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terhadap 6 berkas perkara Tipikor Jiwasraya ditingkat  Banding

Hendrisman Rahim: 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan.

Hary Prasetyo: 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan.

Syahmirwan: 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan.

Joko Hartono Tirto: 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan.

Untuk dua terdakwa lain yakni Benny Tjokro dan Heru Hidayat, banding mereka ditolak. Sehingga, mereka tetap dihukum penjara seumur hidup. Khusus untuk keduanya pula, mereka pun harus menghadapi proses hukum kasus PT ASABRI.***