Kedatangan Ketua DPR AS Nancy Pelosi di Taiwan Bikin China Geram

Kedatangan Ketua DPR AS Nancy Pelosi di Taiwan Bikin China Geram
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mendarat di Taiwan pada Selasa (2/8) malam. Hal itu terjadi di tengah memanasnya hubungan AS dan Bejing terkait rencana kunjungannya. (ap)

WJtoday, Bandung - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mendarat di Taiwan pada Selasa (2/8) malam. Hal itu terjadi di tengah memanasnya hubungan AS dan Bejing terkait rencana kunjungannya.

Dengan sigap, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mengeluarkan pernyataan terkait kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke wilayah Taiwan.

Beijing kemudian mengungkapkan bahwa AS mengabaikan peringatan serius dari pihaknya dan kunjungan Pelosi ke Taiwan merupakan sebuah pelanggaran. Ini yang membuat China marah atas kedatangan Pelosi.

China menganggap kunjungan Pelosi sebagai tanda bahwa AS sudah tak lagi memperindah prinsip Satu China. Setiap negara, yang menjalin hubungan diplomatik dengan Beijing perlu menerapkan kebijakan tersebut.

Di mana berarti menyatakan China adalah pemerintah resmi wilayahnya yang meliputi daratan China, Hong Kong, Tibet, Macau, hingga Taiwan.

Pemerintahan Presiden Xi Jinping menyebut kunjungan Pelosi, pejabat tertinggi ketiga di AS, ke Taiwan untuk  mendukung Washington terhadap Taipei yang bersikeras ingin merdeka.

Nancy Pelosi mengaku kedatangan rombongan AS di Taiwan bertujuan sebagai bentuk dukungan terhadap pulau tersebut, setelah serangkaian tindakan intimidasi China.

Mengutip Washington Post, Rabu (3/8/2022), Pelosi memberikan pernyataan tegas Amerika mendukung Taiwan sebagai mitra demokratis lantaran membela diri dan kebebasannya. 

Menurutnya, Beijing terlalu menekan Taiwan dari sisi ekonomi, dengan mendesak perusahaan global memutus hubungan, mengintimidasi negara yang bekerja sama, serta menekan Taipei dari sektor pariwisata.

Lebih lanjut, Pelosi menerangkan kunjungannya sama sekali tak bertentangan dengan kebijakan Satu China yang sudah berlangsung lama. AS, katanya, menentang upaya sepihak yang mengubah status quo.

Ia juga mengatakan kunjungan kali ini merupakan bagian tur AS ke negara kawasan Indo-Pasifik yang meliputi Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia.

Ketika bertemu dengan pejabat Taiwan, Pelosi akan membahas penegasan kembali dukungan mereka, mempromosikan kepentingan bersama, hingga memajukan kawasan Indo-Pasifik yang terbuka.

Dengan kata lain, perjalanannya ke Taiwan itu menandakan bahwa AS menghormati keputusan terhadap demokrasi dan menegaskan kembali kebebasan Taiwan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi tiba di Taiwan, memicu amarah dan kekhawatiran China. Hal ini didasarkan oleh dirinya yang memiliki sejarah panjang mengkritik pemerintah China.

Sementara itu, pemerintah China tidak merahasiakan penghinaannya terhadap Pelosi, di mana pernah melabelinya dengan sebutan "penuh kebohongan dan disinformasi".  ***