Kasus Penyebaran Berita Bohong, Jumhur Hidayat Pertama kali Hadir Di ruang Sidang

Kasus Penyebaran Berita Bohong, Jumhur Hidayat Pertama kali Hadir Di ruang Sidang
Jumhur Hidayat terdakwa kasus penyebaran berita bohong

Wjtoday, Jakarta - Terdakwa perkara penyebaran berita bohong atau hoaks sekaligus pentolan KAMI Jumhur Hidayat baru saja selesai menjalani  persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/4/2021).

Ini adalah  pertama kalinya terdakwa Jumhur Hidayat hadir dalam ruang persidangan. Adapun agenda persidangan yang digelar di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu beragendakan pemeriksaan ahli.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan ahli forensik bernama Muhammad Asep Saputra dari Mabes Polri. Dalam persidangan, dia mengakui ada sembilan barang bukti yang disita dari tangan Jumhur.

Asep merinci, barang bukti yang disita adalah satu unit ponsel genggam, dua unit sim card, satu unit komputer berwarna hitam, satu unit Ipad, satu unit laptop, satu unit kartu memori, dan saru keping CD atau DVD.

"Kami di forensik terkait digital, pada Selasa 13 Oktober 2020, penyedik memohon pada kami memeriksa 9 buah bukti," demikian pengakuan Asep.

Setelah menerima barang bukti tersebut dari pihak penyidik, Asep langsung melakukan analisa. Dia menyebut, analisa dilakukan dengan memeriksa cuitan Jumhur di Twitter dengan kata kunci pencarian UU Cipta Kerja dan Omnibus Law -- tentunya berdasarkan resume yang diajukan pihak penyidik.

"Awal mula dilakukan penelusuran melalui keyword UU Cipta Kerja. Apakah ada postingan tentang cuitan terdakwa, pesan tersebut ada," lanjut dia.

Asep menambahkan, pihaknya turut melakukan ekstraksi data terhadap barang bukti menggunakan aplikasi Celebraite. Dalam hal ini, tim digital forensik menggunakan perangkat keras maupun lunak dalam pelaksanaannya.

"Analisa hanya bisa dilakukan berdasarkan permintaan penyidik," pungkas dia.

 Setelah sidang selesai, Jumhur berjalan meninggalkan ruang sidang utama dengan tangan kembali diborgol.

Kepada wartawan, Jumhur mengakui kondisinya tetap sehat selama berada dalam tahanan. Dalam perkara ini, dia ditahan di Rutan Mabes Polri.

"Sehat, sehat (selama dalam tahanan)," kata Jumhur seraya tertawa saat berjalan meninggalkan ruang sidang.

Jumhur melanjutkan, dirinya akan kembali datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada sidang lanjutan yang berlangaung pada Kamis (8/4/2021) mendatang. Untuk itu, dia berharap agar perkara yang menjeratnya dapat segera terungkap.

"Iya hari Kamis datang mudah-mudahan lebih terang semuanya. Oke ya sukses merdeka," singkat dia.***