Kasus Korupsi Dana Banprov, Siti Aisyah Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp100 Juta

Kasus Korupsi Dana Banprov, Siti Aisyah Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp100 Juta
Kasus Korupsi Dana Banprov, Mantan anggota DPRD Jabar, Siti Aisyah Tuti Handayani Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp100 Juta./twitter

WJtoday, Bandung - Mantan anggota DPRD Jabar, Siti Aisyah Tuti Handayani divonis hukuman 2 tahun penjara karena dinilai bersalah terlibat korupsi dana bantuan provinsi (Banprov) tahun anggaran 2017-2019. Selain itu, Tuti dijatuhi denda Rp100 juta.

Vonis tersebut dibacakan ketua majelis hakim Surachmat dalam sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (3/11/2021).

Putusan 2 tahun penjara terhadap Siti Aisyah lebih rendah dibading tuntutan jaksa KPK. Dalam tuntutan jaksa, tedakwa Siti Aisyah dituntut hukuman 4,5 tahun penjara. 

Namun Siti Aisyah mengikuti persidangan secara virtual. Terdakwa terhubung melalui video conference. 

"Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp100 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama tiga bulan," kata ketua majelis hakim. 

Surachmat menyatakan, terdakwa Siti Aisyah Tuti Handayani terbukti bersalah sesuai Pasal 11 Jo Pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Selain itu, Siti Aisyah juga dikenakan pidana tambahan berupa pencabutan hak dipilih jabatan publik selama dua tahun dan pidana pembayaran uang pengganti. Besaran uang pengganti sudah ditetapkan. Majelis hakim menetapkan Siti Aisyah untuk membayar uang pengganti sebesar Rp600 juta. 

"Apabila tidak dibayar uang pengganti dalam sebulan, maka disita oleh jaksa untuk dilelang untuk menutupi uang pengganti. Apabila tidak memiliki harta, maka dipidana penjara selama 4 bulan," ujarnya.

Diketahui, dalam kasus ini, untuk memuluskan dana banprov Jabar 2017-2019 dikucurkan ke Pemkab Indramayu, Ade Barkah mengusulkan beberapa proyek ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar di luar aturan.

Ade Barkah bersama Siti Aisyah dan Abdul Rozak Muslim diduga menerima hadiah atau janji, yaitu beberapa kali menerima pemberian uang suap dari pengaturan pencairan dana banprov. Terdakwa Ade Barkah menerima uang Rp750 juta. Sedangkan Siti Aisyah Rp1,1 miliar lebih.   

Uang tersebut diberikan oleh pengusaha Indramayu Carsa Es untuk kepentingan mendapatkan dana Banprov untuk membiaya proyek di Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017 sampai 2019.***