Kasus Bansos Covid-19 di Kemensos, KPK Panggil Saksi Terkait Tersangka Matheus Joko Santoso

Kasus Bansos Covid-19 di Kemensos, KPK Panggil Saksi Terkait Tersangka Matheus Joko Santoso
Matheus Joko Santoso
WJtoday, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terkait bantuan sosial (Bansos) untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di  lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos).

KPK memanggil pakar komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Effendi Gazali, Dirjen Linjamsos Kemensos Pepen Nazaruddin, Muhammad Rakyan Ikram, Sekjen Kemensos Hartono Laras, Staf Ahli Kemensos Kukuh Ary Wibowo, Triana dari PT Indo Nufood Nusantara, dan Amelia Prayitno dari PT Cyber Teknologi Nusantara.

"Yang bersangkutan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi tersangka MJS [Matheus Joko Santoso]," kata Pelaksana tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi pada Kamis (25/3).

Seperti diketahui, Juliari P Batubara selaku Menteri Sosial menunjuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai PPK dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pelaksanaannya dengan cara penunjukkan langsung para rekanan dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso.

Untuk fee tiap paket Bansos disepakati oleh Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebesar Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu perpaket Bansos. Selanjutnya, oleh Matheus Joko dan Adi Wahyono pada bulan Mei sampai dengan November 2020 dibuatlah kontrak pekerjaan dengan beberapa suplier sebagai rekanan, di antaranya Ardian I M, Harry Sidabuke, dan juga PT Rajawali Parama Indonesia yang diduga milik Matheus Joko.

Penunjukkan PT Rajawali Parama Indonesia sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono. Pada pelaksanaan paket Bansos sembako periode pertama, diduga diterima fee Rp17 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus Joko kepada Juliari melalui Adi Wahyono engan nilai sekitar Rp8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku orang kepercayaan Juliari Batubara untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.***