Kasus Aktif Covid-19 di Bandung Lampaui Angka 8 Ribu

Kasus Aktif Covid-19 di Bandung Lampaui Angka 8 Ribu
Ilustrasi (antara)

WJtoday, Bandung - Kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung menembus angka 8.000 orang berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) yang diakses di laman covid19.bandung.go.id, yaitu sebanyak 8.431 orang pada Senin (26/7/2021).

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana memastikan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin menekan laju kasus Covid-19 sehingga menurutnya pengawasan saat PPKM tetap menjadi upayanya untuk menurunkan kasus.

"Sekarang masih risiko tinggi, statusnya masih Level 4, dan walaupun wilayah lain seperti Bandung Barat, Kabupaten Bandung itu seharusnya sudah Level 3, tapi karena aglomerasi jadi ikut ke Level 4," kata Yana di Bandung,  Senin (26/7/2021).

Adapun berdasarkan data terbaru Pusicov pada Minggu (25/7), kasus aktif Covid-19 di Kota Bandung ada sebanyak 8.203 orang. Angka tersebut merupakan rekor paling banyak sejauh ini di Kota Bandung sejak adanya pandemi Covid-19.

Baca juga: Dari 10 Juta Dosis, Realiasi Vaksinasi di Jabar Capai 74 Persen

Pada akhir pekan,  sejak Jumat (23/7), angka kasus aktif Covid-19 memang mulai mengalami kenaikan setelah sepekan sebelumnya angka kasus aktif bersifat fluktuatif.

Pada Jumat (23/7), angka kasus aktif Covid-19 sebanyak 7.295 orang. Lalu pada Sabtu (24/7), jumlah kasus aktif Covid-19 bertambah menjadi 7.820 orang. Kemudian pada Minggu (25/7) naik menjadi 8.203 orang.

Selama periode Jumat-Minggu pertambahan kasus terkonfirmasi memang lebih banyak dari pada jumlah penambahan kesembuhan. Angka terkonfimasi Covid-19 bertambah sebanyak 1.014 kasus, sedangkan angka kesembuhan hanya bertambah 45 orang.

Jumlah total warga yang meninggal karena terpapar virus mematikan itu hingga Senin (26/7) sudah mencapai 1.191 orang. Sedangkan total kesembuhan sudah mencapai 25.544 orang. Total kasus terkonfirmasi tercatat sebanyak 35.166.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar tetap berdisiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.  *** (pam)