Karawang Kembangkan Sistem Tanam Integrasi Pertanian, Perikanan dan Peternakan

Karawang Kembangkan Sistem Tanam Integrasi Pertanian, Perikanan dan Peternakan
Ilustrasi Integrated Farming System, adanya integrasi antara pertanian, perikanan, dan peternakan. Artinya dalam satu kawasan atau titik itu menghasilkan sektor pertanian, perikanan dan peternakan. (pr)

WJtoday, Karawang - Dinas Pertanian Kabupaten Karawang akan mengembangkan Integrate Farming System berbasis jagung di tiga kecamatan wilayah lumbung padi Jawa Barat itu.

Integrated Farming System itu sendiri adalah adanya integrasi antara pertanian, perikanan, dan peternakan. Artinya dalam satu kawasan atau titik itu menghasilkan sektor pertanian, perikanan dan peternakan.

"Pengembangan Integrate Farming System berbasis jagung ini dikembangkan di atas lahan seluas 60 hektare," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Karawang Edi Suryana, di Karawang, Minggu (9/1/2022).

Ia menyampaikan, kegiatan Integrate Farming System berbasis jagung seluas 60 hektare itu terbagi di tiga titik. Masing-masing titik luasnya mencapai 20 hektare.

Baca juga: Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman Untuk Musim Tanam 2022

Edi mengatakan, di masing masing titik itu pihaknya membantu bibit jagung untuk 10 hektare. Selain itu, juga disalurkan bantuan itik 1.000 ekor beserta kandang serta bibit sayuran dan palawijanya. 

"Lokasi Integrated Farming System kita tempatkan di tiga lokasi, dan sudah dimulai. Tiga lokasi itu ialah di Kecamatan Cilamaya Wetan, Batujaya dan Pangkalan," sebutnya.

Ia juga menyampaikan kalau pada tahun ini pihaknya juga mengembangkan kawasan jagung di titik lain, luasnya mencapai sekitar 100 hektare.  ***