Kang Emil Tolong Perhatikan Testing Covid-19 di Jabar Jauh dari Target

Kang Emil Tolong Perhatikan Testing Covid-19 di Jabar Jauh dari Target
Rendahnya testing di Jabar mengakibatkan warga yang meninggal saat isoman tinggi. (foto isitimewa ))

WJToday,Bandung,- Pemerintah mengakui jumlah testing Covid-19 masih jauh dari target lantaran hanya memenuhi 33,61 persen selama 11 hari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut, jumlah tes di sebagian besar kabupaten/kota tak sampai 50 persen dari target. Hanya 11 daerah yang mampu memenuhi target.

"Capaian rata-rata testing 124 kabupaten/kota PPKM Darurat pada tanggal 3-23 Juli adalah sebesar 33,61 persen di mana hanya ada 11 kabupaten/kota di atas 90 persen," kata Nadia dalam jumpa pers daring di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (14/7).

Data disampaikan Nadia, menunjukkan dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat hanya Kota Cirebon yang memenuhi target. Sementara yang di atas 50 persen hanya Kota Bandung. 

Rendahnya pengetesan yang dilakukan di Jawa Barat ini harus menjadi bahan evauasi bagi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati/Walikota di Jawa Barat. Pasalnya tingkat pertambahan angka positif Jawa Barat dalam satu bulan terakhir naik tajam. Jauh meninggalkan Jawa Tengah dan Jawa timur.

Nadia menyampaikan daerah-daerah yang telah berhasil melampaui target tes adalah Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu, Kota Jakarta Selatan, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Buleleng, Kota Cirebon, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Jakarta Barat, dan Kota Jakarta Timur.

Ia juga menyebut hanya ada 15 daerah yang melakukan tes di atas 50 persen dari target. Daerah-daerah itu adalah Kota Tangerang Selatan, Kota Blitar, Kota Jakarta Utara, Kota Surabaya, dan Kota Tangerang.

Kemudian ada Kota Semarang, Kota Bandung, Kota Mojokerto, Kota Salatiga, Kota Probolinggo, Kulon Progo, Kota Madiun, Sleman, Kota Bogor, dan Kota Pekalongan.

Nadia meminta pemerintah daerah menggelar tes sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021. Ia berkata tes perlu terus ditingkatkan dengan memprioritaskan penemuan kasus suspek dan kontak erat dari kasus-kasus yang terkonfirmasi.

"Target (secara nasional) yang harus kita capai ada 324.000 orang yang dites setiap hari," ucap Nadia.

Untuk positivity rate <5% rasio tes minimal 1 per 1000 penduduk per minggu, 5-<15% rasio tes minimal 5 per 1000 penduduk per minggu, 15-<25% rasio tes minimal 10 per 1000 penduduk per minggu, sedangkan untuk positivity rate 25% atau lebih rasio tes minimal 15 per 1000 penduduk per minggu.***