Kabupaten Bekasi Wujudkan Peningkatan Mutu Pendidikan Lewat Digitalisasi Sekolah

Kabupaten Bekasi Wujudkan Peningkatan Mutu Pendidikan Lewat Digitalisasi Sekolah
Digitalisasi pada dunia pendidikan adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak, karena bisa meningkatkan mutu anak didik. Hal ini, tengah dimatangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi guna memaksimalan belajar anak di tiap sekolah. (humas pemkab bekasi)

WJtoday, Kab Bekasi - Digitalisasi pada dunia pendidikan adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak, karena bisa meningkatkan mutu anak didik. Hal ini, tengah dimatangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi guna memaksimalan belajar anak di tiap sekolah.

Sejumlah dukungan terus mengalir, untuk penerapan digitalisasi. Bahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terus memantapkan penerapan digitalisasi ke tiap guru di tiap sekolah.

Sejumlah analisapun kini dilakukan dan sejumlah sekolah SMP yang berada di perkotaan sudah menerapkan digitalisasi sebagai salah satu metode pembelajaran. Ada juga yang sudah menerapkan ujian akhir melalui sistem digital bagi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Carwinda menyatakan dalam penerapan sistem digitalisasi sudah disampaikan Kementrian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud) sendiri sudah diharuskan.

“Untuk di Kabupaten Bekasi dari sejumlah laporan sudah kami terima dan memang sudah menggunakan digital,” ujar Carwinda dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Tidak sampai disitu dalam mencapai pendidikan berbasis digital. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sudah memberikan dukungan. 

Artinya, kata dia, pencanangan penerapan digitalisasi di tiap sekolah sudah memungkinkan untuk diterapkan. PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan juga sudah mencanangkan terkait penerapan digitalisasi di sekolah.

“Saya berharap, guru- guru sudah memulai mengajar tidak dengan cara membawa buku yang sudah lusuh dan sudah menggunakan komputer dan menggunakan power point. Kemarin saya mencanangkan dari SMP,” jelasnya.

Dengan digitalisasi teknologi akan ada banyak manfaat. Pertama, kata Carwinda, anak  didik akan disuguhi dengan visual. Misalnya, ketika pelajaran IPS dalam mata pelajaran budaya Jawa Barat dengan jenis tari topeng.

“Selama ini kebanyakan anak tidak tau tapi sekarang dengan melihat google dan ditampilkan langsung bisa diketahui. Jadi tidak hanya mendengar tetapi juga ada visualisasi,” jelas Carwinda.

Kedua, kata dia, anak zaman sekarang sudah lebih jago dalam menggunakan alat komunikasi. Maka, akan sangat memungkinkan digitalisasi bisa diterapkan pada anak dan guru.

“Tetapi memang saat Covid, sudah mengarahkan pada pengenalan teknologi. Dengan dua tahun pembelajaran daring, guru sudah terbiasa mengajar melalui teknologi,” bebernya. 

Carwinda menegaskan dengan penerapan digitalisasi memiliki keunggulan. Karena secara nilai, bisa mudah terinput. Kemudian dari sisi lainnya, kejujuran dan kedisiplinan siswa diuji.

“Dengan digitalisasi disiplin waktu siswa siswi terlihat. Digitalisasi sudah melatih kejujuran,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan digitalisasi akan memungkinkan diterapkan di tahun ini. Dimana, ada guru pensiun dan meninggal. Menyusul kondisi tersebut, kata Carwinda, Disdik Kabupaten Bekasi menyarankan agar guru pengganti bisa menguatkan kemampuan Komputer dan memahami penggunaan perangkat didalamnya.

“Agar teknologi pembelajaran dengan metode digitalisasi di sekolah bisa berjalan. Meskipun, di daerah tertentu yang tidak memiliki wifi, Diskominfo agar bisa memperhatikan kondisi itu. Karena adapun yang ada di sekolah namun sudah tidak berfungsi,” paparnya.

Namun, bila melihat secara umum bahwa proses belajar dengan metode digitalisasi sudah bisa dimaksimalkan di wilayah perkotaan.

“Kalau di perkampungan, masih terkendala kapasitas guru. Secara bertahap, semua guru bisa maksimal dalam pemaksimalan digitalisasi,” tukasnya.

Di Lain tempat, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bekasi, Rija Sudrajat mengatakan dalam penerapan digitalisasi terus dimatangkan. 

Meskipun, sejumlah persoalan masih kerap dirasakan. Pertama, kaitan dengan perangkat dan keduanya masih adanya beberapa sekolah yang tidak bisa menjangkau internet. 

Dirinya menyampaikan dari 106 sekolah SMP di Kabupaten Bekasi sudah menerapkan sistem digitalisasi, khususnya yang berkaitan dengan evaluasi sekolah serta penilaian dan lainnya.

“Secara persentase, baru 25 persen. Jadi dimasa pandemi ini 25 Persen tiap sekolah sudah memaksimalkan digitalisasi,” ungkap Rija.

Dengan digitalisasi, Rija menyampaikan sangat mengefisiensi biaya. Dan banyak keunggulan lainnya. Bahkan kata dia, sekarang banyak orang tua siswa yang lebih memilih digitalisasi dalam berbagai metode.

“Harapan kita, ini harus didukung dan di support terutama dari Disdik. Belajar dengan digitalisasi sudah sangat memungkinkan,” tandasnya.  ***