Jupe Ingatkan Bobotoh Nyawa Jauh Lebih Penting daripada Kemenangan

Jupe Ingatkan Bobotoh Nyawa Jauh Lebih Penting daripada Kemenangan
Bek sekaligus kapten Persib Achmad Jufriyanto. (persib.co.id)

WJtoday, Bandung - Publik sepakbola Bandung dan Indonesia tengah berduka atas berpulangnya dua bobotoh Sofian Yusuf (Bogor) dan Asep Ahmad Solihin (Bandung).

Kesedihan turut dirasakan bek sekaligus kapten Persib Achmad Jufriyanto. Bek yang akrab disapa Jupe ini pun turut memberikan rasa empatinya, khususnya untuk para keluarga yang ditinggalkan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk kedua korban yang meninggal, semoga rahimahullah Insya Allah diampuni segala dosa dan diterima segala amalnya. Aamiin,” kata Jupe, dikutip dari laman resmi klub, Minggu (19/6/2022).

Pemain bernomor punggung 16 ini pun sangat menyayangkan peristiwa duka kembali terjadi saat pertandingan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). 

Jupe pun mengajak semua pihak agar bisa lebih bertanggung jawab lagi dalam semua hal.

“Dan terjadi lagi, saatnya kita semua instrospeksi jangan saling menyalahkan. Kemenangan itu penting, tapi nyawa jauh lebih penting,” tegasnya.

Mewakili manajemen, Komisaris PT Pesib Bandung Bermartabat (PT PBB), Umuh Muchtar menyampaikan duka cita untuk dua bobotoh yang meninggal dunia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (17/6).

Kedua bobotoh yang meninggal dunia adalah Asep Ahmad Solihin (29 tahun), beragama Islam, buruh harian lepas yang tinggal di Blok TVRI Rt. 02 Rw. 03 Kec. Bojongloa Kidul. Kota Bandung dan Sofian Yusuf (19 tahun), Islam, pelajar beralamat di Jl. Mandala Rt. 02 Rw. 09, Kec. Kota Bogor Utara, Kota Bogor.

Umuh datang ke rumah duka almarhum Asep Ahmad Solihin di Cibaduyut, Kota Bandung, pada Sabtu (18/6) bersama Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono.

Mereka secara langsung menyampaikan bela sungkawa dan mengucapkan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. Umuh juga mendoakan almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

"Insyallah husnul khatimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan juga diberi ketabahan," kata Umuh. 

Selain jajaran manajemen, hadir juga perwakilan Persib, yaitu pelatih fisik, Yaya Sunarya, dan dua pemain, Frets Butuan serta Erwin Ramdani. Mereka pun menyempatkan datang setelah berlatih pagi hari.

"Saya berharap ini adalah yang terakhir dan tidak akan terulang kembali," harap Erwin.  ***