Jubir Presiden Beberkan Prestasi Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf

Jubir Presiden Beberkan Prestasi Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, Ma'ruf Amin./twitter

WJtoday, Jakarta - Juru Bicara Presiden, Fadroel Rachman mengatakan, dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin, sudah banyak capaian yang telah ditorehkan. Misalnya penyederhanaan regulasi, salah satunya diterbitkannya Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan pada 2 November 2020.

Menurut Fadjroel, cara kerja baru bangsa Indonesia juga diperkuat oleh organisasi kepemerintahan yang maju yaitu birokrasi yang tidak rumit, tidak koruptif, dan terintegrasi secara digital. 

“Maka, Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan penyederhanaan birokrasi sebagai upaya membentuk organisasi kepemerintahan maju. Cara kerja baru yang ditopang penyederhanaan regulasi dan birokrasi adalah landasan penting implementasi kebijakan di semua bidang,” ujar Fadroel dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).

Fadjroel menuturkan, selama dua tahun pemerintahannya, Presiden Jokowi juga menciptakan keseimbangan antara penanganan pandemi, kebijakan keberlanjutan pembangunan nasional, serta pengawalan keadilan, hukum dan HAM.

Seperti kebijakan penanganan pandemi difokuskan pada penyelamatan kesehatan dan daya tahan sosial ekonomi rakyat secara simultan. Ini dapat dilihat dari kebijakan Presiden Jokowi membentuk Satgas Covid-10 dan Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN).

“Penanganan kesehatan dalam masa pandemi dimulai dengan strategi pembentukan pelayanan kesehatan, yaitu membangun sistem RS rujukan pasien Covid-19 nasional, sistem 3T (test, tracing, treatment), penjaminan ketersediaan obat dan perlengkapan medis, serta edukasi masif protokol kesehatan,” katanya.

Sementara penangan sosial ekonomi diwujudkan dalam bentuk insentif keringanan pajak, bantuan modal UMKM, bantuan sosial dengan berbagai skema, dan kartu prakerja. Selain itu, kebijakan perlindungan terhadap WNI terdampak pandemi yang ada di luar negeri juga dijalankan secara simultan, seperti penjemputan WNI dari Tiongkok, Jepang, dan fasilitasi kepulangan TKI dari beberapa negara.

Sebagai upaya perlindungan dan keselamatan sosial ekonomi rakyat, Presiden Jokowi telah melakukan diplomasi internasional terkait pengadaan vaksin sejak pertengahan tahun 2020. “Alhamdulillah, kerja keras ini menghasilkan pengadaan vaksin baik produk jadi dan bahan mentah sehingga Indonesia menjadi negara dengan vaksinasi tertinggi nomor 6 (enam) di dunia,” ungkapnya.

Upaya pengembangan vaksin produk dalam negeri Vaksin Merah Putih oleh lembaga penelitian dan universitas-universitas terus didorong. Sehingga diharapkan Indonesia mandiri dalam produksi vaksin Covid-19 pada tahun 2022.

Fadjroel menuturkan, penanganan pandemi Covid-19 Indonesia diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia pada September 2021. Hal ini dilihat dari keberhasilan memutus mata rantai persebaran virus korona, vaksinasi, dan perekonomian.

“Ekonomi Indonesia pada Triwulan kedua 2021 mencapai pertumbuhan 7,07 persen setelah pada awal pandemi 2020 terkontraksi sampai -5,32 persen. Pada level sosial ekonomi mikro daya beli, geliat UMKM, dan ketahanan sosial masyarakat tetap terjaga,” tuturnya.

Fadjroel menambahkan, selama dua tahun ini Presiden Jokowi melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan tol, jembatan, bendungan, dan lain-lain agar tercipta keterhubungan antar daerah. “Sedangkan pembangunan SDM diwujudkan dalam kebijakan Merdeka Belajar, digitalisasi pendidikan, beasiswa semua level pendidikan, dan peningkatan gizi anak-anak Indonesia,” tuturnya.

Kemudian terkait kebijakan terkait keadilan, hukum dan HAM menurut Fadjroel menjadi bagian penting oleh Presiden Jokowi dari implementasi transformasi progresif. Termasuk melindungi, memajukan, menegakkan, dan memenuhi HAM, juga hak konstitusional untuk melakukan kritik secara lisan dan tertulis.

“Presiden Jokowi melanjutkan program sertifikat tanah gratis untuk rakyat tidak mampu dengan total capaian 32,9 juta sertifikat per Mei 2021, penanganan mafia pertanahan, penyelesaian konflik agraria, upaya penanganan pelanggaran HAM berat masa lalu dalam proses, juga pembaharuan KUHP, penyelesaian kasus BLBI, dan Rencana Aksi Nasional HAM melalui Perpres Nomor 53 Tahun 2021,” katanya.

Sementara, keadilan juga ditandai oleh pelaksanaan PON XX di Papua sehingga Indonesia bagian timur khususnya rakyat Papua memiliki kesempatan terhadap akses fasilitas olah raga berkualitas, pembuktian kapasitas SDM, dan berpartisipasi menjadii simbol persatuan bangsa Indonesia.

Selanjutnya, transformasi progresif bangsa Indonesia akan ditandai dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Persiapan lokasi dan konsep tata kota sudah berjalan. Supres RUU IKN juga telah disampaikan kepada DPR RI.

Menurutnya, dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi telah ‘membajak pandemi’ dengan transformasi progresif. Pencapaian selama dua tahun ini adalah buah dari gerak kolaboratif atau gotong royong Presiden Jokowi dan seluruh rakyat.

“Terima kasih kepada 270 juta rakyat Indonesia untuk gotong-royong dan kesukarelaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kita yakin Indonesia Maju, Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh,” pungkasnya.***