Juara Copa America 2021, Penantian Panjang Messi untuk Gelar Internasional

Juara Copa America 2021, Penantian Panjang Messi untuk Gelar Internasional
Lionel Messi usai kalahkan Brasil 1-0 di final Copa America 2021, Minggu (11/7/2021)./(ap)

WJtoday, Bandung - GOL tunggal penyerang Argentina Angel di Maria berhasil menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Brasil dalam final Copa America 2021, yang berlangsung di Estadio Maracana, Rio de Jainero, Brasil, Minggu (11/7/2021) pagi waktu Indonesia.

Dengan kemenangan ini Messi dkk berhasil menjadi juara Copa America 2021, sekaligus menjadikan trofi internasional pertama bagi Messi selama hampir dua dekade membela Argentina. 

Berbagai penghargaan baik individual maupun non individual yang sudah didapatkannya, termasuk Ballon d'Or yang sudah enam kali direngkuhnya yang bahkan legenda-legenda seperti Diego Maradona, Franz Beckenbauer, Johan Cruijff atau Michel Platini tak bisa melakukannya.

Hanya Piala Dunia dan Copa America yang belum pernah diangkatnya, padahal Messi sudah malang melintang di lapangan hijau selama hampir dua dekade, bersama klub dan timnasnya.

Final Copa America rasa pandemi ini adalah final Copa keempat Messi yang bisa saja menjadi kesempatan terakhir untuk finis bersama sebuah tim juara. Sebelum ini dia selalu saja gagal, tidak hanya dalam final Copa, namun juga Piala Dunia.

Pertama dia gagal pada final Copa America 2007 di Venezuela ketika masih berusia 20 tahun. Brazil yang tak diperkuat pemain-pemain bintangnya mengalahkan Argentina 3-0.

Setahun kemudian Messi menutup kegagalan itu dengan mengantarkan Argentina meraih medali emas Olimpiade 2008 di Beijing.

Baca juga: Gol Tunggal Di Maria Antar Argentina Raih Juara Copa America 2021

Ketika dia sudah matang bersama timnas dan Barcelona, Messi mendapatkan tiga kali kesempatan merebut trofi turnamen besar sepak bola; final Piala Dunia 2014, dan dua final Copa America edisi 2015 dan 2016. Semuanya gagal total.

Jerman menghabisi Argentina 1-0 dalam final Piala Dunia 2014 di Brazil, padahal saat itu Messi bermain cemerlang sampai dinobatkan 'man of the match' pada empat pertandingan sebelum mencapai final.

Dia beberapa kali nyaris menjebol gawang Jerman, tapi akhirnya harus melupakan trofi Piala Dunia ketika gol semata wayang Mario Gotze membunuh mimpi dia dan Argentina. Dunia bersimpati kepada Messi, sampai Golden Ball pun diberikan kepada dia, karena memang menjadi pemain terbaik sepanjang turnamen itu.

Setahun kemudian final Copa America 2015. Kali ini Chile mengubur impian Messi lewat adu penalti 4-1 setelah selama 120 menit bermain 0-0. Messi dianugerahi Most Valuable Player, tapi menolaknya. Mungkin Messi merasa tak lagi membutuhkan anugerah pribadi karena yang dia butuhkan adalah juara bersama Argentina.

Tahun berikutnya kesempatan muncul dalam final Copa America 2017. Kembali Chile menjungkalkan Argentina dalam adu penalti setelah juga selama 120 menit bermain 0-0.

Messi kecewa berat, dan kemudian menyatakan mundur dari timnas. Selama turnamen ini pun dia tetap menjadi bintang turnamen ini, sampai pelatih Chile, Juan Antonio Pizzi, menyanjung Messi pemain terbaik dalam Copa America 2016 itu.

Sekalipun pernah mengumumkan mundur dari timnas, Messi selalu siap membela negaranya. Dia sebenarnya pejuang yang tak pernah menyerah.

“Saya selalu siap untuk tim nasional saya. Impian terbesar saya adalah meraih gelar bersama kostum ini,” kata Messi. 

“Saya sudah sering hampir (meraih gelar). Tak berhasil juga tapi saya akan terus berusaha. Saya akan selalu memperjuang impian ini.” ujarnya.   ***