Jokowi Ijinkan Rangkap Jabatan, Tagar Rektor UI Trending di Twitter

Jokowi Ijinkan Rangkap Jabatan, Tagar Rektor UI Trending di Twitter
Rektor UI, Ari Kuncoro

WJtoday, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru saja mengubah aturan ihwal rangkap jabatan Rektor Universitas Indonesia (UI).

Secara singkat aturan tersebut memperbolehkan Rektor UI Ari Kuncoro rangkap jabatan sebagai komisaris.

Kebijakan tersebut pun mengundang respons masyarakat. Bahkan, frasa 'Rektor UI' sampai trending si twitter.

Baca Juga : Jokowi Teken Peraturan Statuta UI, Rektor UI Bisa Rangkap Jabatan Asal Bukan Jadi Direksi?

Berdasarkan pantauan hingga Rabu (21/7/2021) pukul 10.00 WIB sudah ada 53.100 cuitan yang membicarakan soal rektor UI.

Warganet ramai membahas Rektor UI usai perubahan statuta UI yang diputuskan pemerintah melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) 68/2013 menjadi PP 75/2021 tentang Statuta Universitas Indonesia.

Dalam revisi tersebut, larangan rektor rangkap jabatan sebagai komisaris BUMD/BUMN dihapus. Kini, Rektor UI hanya dilarang jika rangkap jabatan menjadi direksi BUMN/BUMD/swasta.

Perubahan statuta tersebut menjadi ramai diperbincangkan warganet. Mereka mengait-kaitkan perubahan statuta tersebut dengan status Rektor UI saat ini, Ari Kuncoro yang merangkap jabatan menjadi Wakil Komisaris Utama Independen Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Bahkan warganet banyak yang melontarkan satire terkait jabatan rektor UI yang mampu memengaruhi pemerintah untuk mengubah aturan demi melanggengkan rangkap jabatan.

"Rektor UI mobilnya kehabisan BBM, SPBU-nya yang disuruh datang," tulis akun @Janganjadipaok.

"Rektor UI yang tidak pandai berenang jatuh ke laut, lautnya yang kering supaya tidak tenggelam," lanjut akun Lelo Ritonga.

Bahkan, adapula warganet yang mengibaratkan Rektor UI Ari Kuncoro memiliki kuasa dan kebal terhadap virus.

"Rektor UI kena Covid-19, virusnya yang isoman," demikian tulis akun bernama Oka.

Akun @faridgaban, misalnya, menyebut bahwa cara-cara membela Rektor UI makin bebas, salah satunya dengan diubahnya aturan soal statuta UI oleh Jokowi.

"Tadinya saya kira cara2 memuakkan membela sesama oligarki seperti ini akan disudahi… eh, malah makin bablas. Ancur!" Kata akun @faridgaban dikutip Rabu (21/7/2021).

Adapula akun @tofanprasetia yang mencuitkan 'The King of Contradiction," sambil menempelkan tautan berita soal Jokowi ubah aturan rangkap jabatan rektor UI.

Adalagi, akun @lemaripandang08 yang menyebut  bahwa apabila rektor UI bertemu presiden, presiden yang mencium tangannya.

"Rektor ui klo ketemu presiden, presiden yang hormat cium tangan ???," tulis akun @lemaripandang08.

Baca Juga : Komisi X DPR Dorong Nadiem Tindak Rektor UI Soal Pelanggaran Rangkap Jabatan

Sebelumnya, Jokowi mengganti Peraturan Pemerintah Nomor 68/2013 tentang Statuta Universitas Indonesia menjadi PP Nomor 75/2021 tentang Statuta Universitas Indonesia. Satu perubahan yang mencolok adalah mengenai rangkap jabatan Rektor UI.

PP tersebut telah ditetapkan oleh Jokowi pada 2 Juli 2021 dan secara resmi mengganti PP 68/2013. Pada tanggal yang sama aturan tersebut diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.***(agn)