Jokowi Minta Pengawasan PPKM Dipertegas Lagi

Jokowi Minta Pengawasan PPKM Dipertegas Lagi
ilustrasi./WJtoday

WJtoday, Jakarta - Presiden Joko "Jokowi" Widodo menemukan mulai ada penurunan pengawasan PPKM, terutama di wilayah Jawa-Bali. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Mulanya, Luhut menyampaikan ada 105 kota/kabupaten yang mengalami kenaikan kasus COVID-19. Meski demikian, kenaikan itu masih bisa dikendalikan.

"Presiden juga mengingatkan kami semua para pembantunya agar melihat kota dan kabupaten tersebut secara lebih mendetail, dan segera menurunkan tim di lapangan untuk segera melakukan intervensi di wilayah tersebut," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (15/10/2021).

Jokowi minta pengawasan PPKM dipertegas lagi

Menurutnya, penurunan level PPKM di wilayah Jawa-Bali juga meningkatkan mobilitas warga. Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada jajarannya untuk mempertegas pengawasan di lapangan.

"Terkait hal ini Presiden juga mengingatkan bahwa mulai banyak kelemahan pengawasan di lapangan dan harus segera kembali dijaga dan dipertegas pengawasannya," ucap Luhut.

Dia menambahkan, kunci pelonggaran PPKM agar tidak terjadi kenaikan kasus adalah manajemen pengawasan lapangan yang baik.

Warga diminta tidak lengah gegara kasus sudah turun

Luhut kemudian meminta masyarakat untuk tidak lengah, karena kasus COVID-19 saat ini menurun. Dia mencontohkan negara di Eropa yang sudah melonggarkan sejumlah sektor, dan hasilnya ada lonjakan kasus.

"Belajar kepada pengalaman kenaikan kasus di negara lain, Indonesia tidak boleh mengendorkan langkah-langkah penguatan 3T, 3M, dan disiplin penggunaan PeduliLindungi," katanya.

Berharap kasus COVID-19 di Indonesia di bawah 2.700 per hari

Lebih lanjut, Luhut meminta kepada semua elemen masyarakat untuk senantiasa disiplin protokol kesehatan. Hal itu dilakukan agar kasus COVID-19 di Indonesia tak melonjak lagi.

"Saya kembali ingin mengingatkan bahwa kita dapat menahan gelombang baru dengan terus mengendalikan jumlah kasus di bawah 2.700 kasus per hari," ucapnya.***