Jepang Sepakati Pinjaman Tambahan untuk Pembangunan Pelabuhan Patimban

Jepang Sepakati Pinjaman Tambahan untuk Pembangunan Pelabuhan Patimban
Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio mengatakan telah menyepakati pinjaman tambahan untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban di Jawa Barat. (okezone.com)

WJtoday, Bogor - Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio mengatakan telah menyepakati pinjaman tambahan untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban di Jawa Barat.

“Kami menyampaikan telah diputuskan secara resmi untuk memberikan pinjaman tambahan untuk memperluas Pelabuhan Patimban yang selama ini kami bantu,” ujar PM Kishida dalam konferensi pers bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor. Ia tidak merinci besaran pinjaman tambahan tersebut.

PM Jepang dan Presiden RI Jokowi menggelar pertemuan pada Jumat ini di lawatan perdana Kishida dalam kunjungan kerja luar negerinya kali ini.

Selain pengembangan Patimban, Kishida juga berjanji untuk mengembangkan kerja sama untuk proyek MRT Jakarta guna mendukung Jakarta sebagai kota pintar (smart city).

“Kami sampaikan pemikiran kami untuk mengembangkan kerja sama di bidang MRT Jakarta, transportasi di perkotaan Jakarta smart city, pembangunan pulau terpencil dan sebagainya,” sebutnya.

Sementara, Jokowi mengapresiasi komitmen PM Kishida untuk memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Jokowi juga menyambut baik keberlanjutan proyek Pelabuhan Patimban serta penyelesaian proyek infrastruktur yang sudah berjalan seperti MRT Jakarta.

Baca juga: Nilai Investasi Kawasan Rebana dan Jabar Selatan Rp400 Triliun

"Ke depannya Indonesia mengharapkan partisipasi Jepang pada proyek infrastruktur seperti di Ibu Kota Nusantara dan juga untuk Ambon Port," ujar Jokowi.

Adapun pembangunan Pelabuhan Patimban dilaksanakan dalam tiga tahap yang secara keseluruhan ditargetkan rampung pada 2027.

Pada tahap pertama yang telah rampung di akhir 2020 dan diresmikan Presiden Jokowi, Pelabuhan Patimban dapat melayani 3,75 juta peti kemas (TEUS). Tahap kedua atau pada 2024-2025, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5,5 Juta TEUS dan pada tahap ketiga (2025-2027), kapasitas akan meningkat kembali hingga 7 juta TEUS (ultimate).

Patimban diproyeksikan untuk menjadi pusat kegiatan ekspor dan impor, khususnya untuk industri yang berkembang di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Keberadaan Patimban juga ditujukan untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelabuhan Patimban diproyeksikan dapat menghasilkan 4,3 juta pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 14 persen untuk Jawa Barat.  ***