Jangan Pernah Kecewa kepada Allah, Yakin Ada yang Terbaik DisiapkanNya

Jangan Pernah Kecewa kepada Allah, Yakin Ada yang Terbaik DisiapkanNya
Ilustrasi (wjtoday/yoga enggar)

WJtoday, Bandung - Sudah berapa kita merasakan kekecewaan dalam hidup ini, sering? Pernah? Atau tak pernah sekalipun? Iya, tak perlu dijawab karena semua itu adalah urusan pribadi dan hati, mengapa hati yang jadi sasarannya, dan bukan pada sesuatu yang membuat kita kecewa?

Karena hati kita masalah terbesarnya, sebab dikecewakan seperti apapun kita oleh siapapun dan oleh sesuatu apapun bila kita pandai mencari Allah didalam keringkihan yang mulai menggelayuti, maka sudah tentu kita takkan pernah berlarut-larut dalam keadaan sakit yang menyakitkan.

Sebab, kekecewaan sebenarnya adalah cara Allah mengatakan “Bersabarlah aku punya sesuatu yang lebih baik untukmu”.

Doa adalah senjata umat muslim dalam setiap kondisi. Doa adalah bentuk komunikasi kita terhadap Allah, dan cara kita untuk berdekatan dengan-Nya. Terus langitkan doa kepada-Nya, tumpahkan segala harapan dan impianmu. Karena hanya Dialah yang siap sedia mendengar curhatan dan doa-doa kita.

Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Rabbku.” (QS. Maryam: 4).

Apapun yang menjadi mimpi dan harapanmu, mintalah hanya kepada-Nya. Dialah yang memiliki langit, bumi, dan alam semesta ini. Kalau bukan Dia, lalu siapa lagi? Kalau Allah mampu dengan mudah menciptakan langit tanpa tiang, bukankah sungguh mudah untuk Allah mengabulkan doa yang kita langitkan?

Kadang Allah menjawab doa-doa kita tidak selalu seperti yang kita inginkan. Cara Allah mengabulkan doa kita seringkali tidak dapat dipikir dengan logika, dan seandainya kita tahu pastilah kita akan mengucapkan syukur berkali-kali. Yang perlu selalu kau yakini adalah kita tidak akan pernah kecewa selama berdoa kepada-Nya.

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60).

Maka, jangan remehkan kekuatan doa. Doa merupakan kekuatan kita dalam setiap situasi. Berdoalah di kala kita senang dan sedih. Kadang kita suka lucu, keinginannya banyak tapi malas meminta pada-Nya. Teruslah berdoa walaupun kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan.

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا

Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku."

Jangan pernah berputus asa dalam berdoa dan memohon kepada-Nya. Yakinlah bahwa setiap doa-doa kebaikan yang kita langitkan akan terkabul sesuai dengan cara-Nya dan di waktu yang tepat. Kita hanya perlu berbaik sangka dan percaya kepada-Nya.

Semua itu hanya sebatas tentang bersabar, kekecewaan yang ada hanya tentang jalan agar kita selalu mengharap yang terbaik kepada Allah, dan ingat hanya kepada Allah Tuhan yang Maha mengatur segala-galanya.

Maka, saat sesuatu yang direncanakan dalam hidup ini misalnya, ternyata tak sesuai dengan kenyataan, dan Allah ternyata mentakdirkan lain, maka disitulah sebenarnya Allah membisikkan “Bersyukurlah, ini adalah yang terbaik untukmu”.

Mengapa tentang syukur yang allah peringatkan terlebih dahulu kepada hati kita? Karena apabila hati sudah dipenuhi oleh syukur, sudah tentu takdir yang tidak sesuai dengan rencana kitapun takkan menjadi beban dalam hidup ini.

Saat seseorang yang selalu didambakan tiba-tiba jauh dari kita, seseorang yang kita harap kebaikannya untuk bersanding dengan kita tiba-tiba Allah sandingkan dengan orang lain, disitulah sebenarnya Allah membisikkan “Aku mempunyai seseorang yang lebih pantas untukmu”.

Saat apa yang kita jaga erat tiba-tiba hilang begitu saja, seperti halnya harta yang kita miliki hilang, ntah karena dicuri atau karena keteledoran kita dalam menjaganya, maka disitulah sebenarnya Allah membisikkan “Tenanglah, aku mempunyai ganti yang lebih untukmu”.

Maka, ikhlaslah wahai hati yang tengah gelisah karena kehilangan dan semacamnya, sebab bila kita ikhlas dan percaya bahwa sesuatu yang hilang itu adalah cara Allah menggantinya dengan yang lebih baik, maka sudah pasti kita akan selalu bersyukur dan berprasangka baik pada kejadian yang tengah dialami.  ***
(Pam: dari berbagai sumber)