Jamal Bintang Preman Pensiun Kembali Ditangkap Terkait Narkoba

Jamal Bintang Preman Pensiun Kembali Ditangkap Terkait Narkoba
Bintang preman pensiun Zulfikar atau Jamal
WJtoday, Bandung - Pemeran tokoh Jamal di Sinetron Preman Pensiun yaitu Zulfikar (39)  kembali ditangkap jajaran  Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, di kamar kostnya, di Jalan Arcamanik, Kota Bandung. Kamis (27/8) kemarin.

"Pada Kamis 27 Agustus 2020, tim Satresnarkoba Polrestabes Bandung melakukan penangkapan terhadap tersangka inisial AA dan J," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Jumat (28/8).

Penangkapan terhadap Jamal, merupakan pengembangan setelah sebelumnya di hari yang sama, polisi menangkap pria berinisial AA, yang merupakan kurir Jamal, untuk mengambil pesanan sabu.

"Barang bukti yang diamankan ada satu bong milik dia (Jamal) dan sabu seberat 0,38," kata ulung saat menggelar ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung.

Ia menjelaskan, modus yang dilakukan oleh para tersangka agar tidak diketahui bertransaksi narkoba dengan cara penjual (DD) menempelkan barang di satu tempat dan pembeli (AA) mengambilnya. Menurutnya, pihaknya berhasil menangkap AA sedangkan penjualnya kabur.

"Pembeli ditangkap dan penjual kabur, barang bukti 0.38 gram (sabu) diantaranya AA dan J alias Jamal," katanya. Ulung mengatakan, saat menangkap AA pihaknya pun menangkap Jamal yang berencana bertemu AA.

"Dia (Jamal) sudah janjian sama AA, pada saat mengambil yang diendus Satresnarkoba dilakukan penangkapan saudara J. J ditangkap saat mengambil barang di Jalan Arcamanik," katanya.

Usai ditangkap, ia mengungkapkan, pihaknya melakukan tes urin kepada Jamal dan dinyatakan positif sabu. Menurutnya, tersangka Jamal sebelumnya sudah pernah ditangkap dalam kasus narkotika dan pernah di rehabilitasi di pusat rehabilitasi BNN sejak Juli 2019 hingga Januari 2020 lalu.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pelaku dengan pasal 112 ayat 1 atau pasal 127 ayat 1 huruf A undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara.***