Jajanan Khas Sunda yang Masih Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Asing

Jajanan Khas Sunda yang Masih Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Asing
Kue balok, salah satu jajanan khas Sunda yang mampu bertahan di tengan gempuran kuliner asing (instagram)

WJtoday, Bandung - JANGAN heran jika generasi milenial lebih akrab dengan makanan yang datang dari luar negeri, Mereka sangat akrab dengan kuliner dari Korea, Thailand, serta menu fast food ala orang bule. 

Kuliner lokal nampaknya bakal tersisihkan jika tak mampu berinovasi mengimbangi gempuran makanan asing ini. Berikut jajanan khas Sunda yang hingga kini masih mampu bertahan dan masih memiliki banyak peminat:

1. Kue Balok
Siapa yang mengira kalau kue balok adalah kue kekinian? Ternyata kue balok sudah ada sejak masa kolonial Belanda dan kini mampu bertransformasi jadi kue kekinian khas Bandung.

Jika dirunut sejarah soal kue balok, banyak sumber mengatakan kalau kue balok sudah ada sejak tahun 1950-an. Kue padat berbentuk persegi panjang ini awalnya adalah kudapan orang-orang Belanda. Kue bolu yang padat ini dulunya merupakan menu sarapan yang mengenyangkan.

Dulu kue balok ini dibuat secara sederhana dengan bahan terbatas. Kini kue balok hadir dengan variasi yang menggoda orang untuk menikmatinya. Mulai kue balok coklat yang gurih, atau pilihan topping yang beraneka ragam.

2. Surabi
Belum afdol rasanya jika mengunjungi Jawa Barat tanpa mencicipi beberapa varian dari surabi (sebutan orang sunda serabi). Kue empuk berbentuk bundar yang terdiri dari rasa gurih dan manis ini merupakan salah satu aset kuliner dari tanah pasundan yang masih populer hingga saat ini.

Salah satu yang unik dari kue serabi Sunda adalah cara pembuatannya yang khas. Serabi asli Sunda masih menggunakan tempat masak tradisional berbahan dasar tanah liat dan dimasak di atas bara dari kayu bakar.

Namun kini kue ini seperti juga kue balok mampu bertransformasi untuk bersaing dengan jajanan-jajanan lain. Seperti di salah tempat penjual surabi terkenal di Jalan etiabudi Bandung. Surabi hadir dari mulai yang tradisional dengan 'puruluk oncom' dan kinca gula merah, hadir pula varian baru seperti rasa coklat, keju, bahkan sosis.

3. Cilok
Nama yang unik, begitu Anda mendengar nama makanan ini. Mungkin Anda hanya akan mendengar makanan ini di tanah Parahyangan, karena makanan ini memang khas Bandung dan keberadaannya pun sudah lama dikenal masyarakat. 

Cilok yang berarti singkatan dari Aci dicolok (bahasa sunda) yaitu makanan berbahan tepung aci (kanji) yang dibentuk bulat seperti bakso dengan isi daging/abon yang dimasak dengan direbus dan diberi bumbu kacang dengan penyajian ditusuk dengan lidi (dicolok : dalam bahasa sunda), untuk rasa juga unik seperti bakso namun ini lebih kenyal dan berisi serta rasa yang legit bersaus kacang, untuk isi biasanya ada tetelan daging sapi dan ada juga yang memakai abon sapi dan bagi anda yang suka pedas bisa ditambahkan sambal rawit.

4. Cireng
Ada satu lagi panganan dari tepung kanji selain cilok yaitu cireng. Seperti halnya cilok, bahan bakunya dari tepung kanji juga dengan bumbu yang sama namun cara memasak yang berbeda yaitu dengan cara digoreng, oleh karena itu dinamakan cireng yaitu singkatan dari Aci digoreng. 
Rasanya tidak beda jauh dengan cilok namun cireng lebih renyah diluar dan tetap kenyal didalam karena melalui proses digoreng. Dengan rasa yang tidak kalah legit dengan cilok karena masih diberi saus yang berbahan kacang tanah dan cabai.

Cireng sendiri juga menjadi makanan primadona di kota Bandung, bahkan saat ini sudah dimodifikasi lebih modern dengan diberikan isi yang berbagai macam. Cireng original berisi saus kacang yang kental, dan ada juga yang hanya polos tapi diberikan saus kacang yang pedas. Sekarang ini banyak cireng yang sudah dimodifikasi isinya dengan menambahkan isian seperti sapi lada hitam, ayam, sosis, dan bakso. 

Baca juga: Apakah Fast Food Sama dengan Junk Food? ini Kata Ahli Gizi

4. Cimol
Anda mungkin warga Bandung kini sudah tidak asing lagi dengan nama jajanan bernama cimol. Nama yang unik satu ini memang masih dari “keluarga” jajanan berbahan “Aci” dan sempat booming di sekitar tahun 2000an. Jajanan ini berasal dari Kota Tasikmalaya dan dikenalkan ke Kota Bandung kira-kira di tahun 2001. Di tahun itu kehadiran cimol semakin hari semakin menjamur di setiap tempat di Kota Bandung. 

Jajanan berbahan Aci (kanji) ini perpaduan antara cilok dan cireng. Bentuknya yang bulat seperti cilok dan renyahnya seperti cireng karena diolah dengan cara digoreng, diberi bumbu kering dan bisa diberi bumbu saus, bumbu kering tersebut terdapat berbagai macam rasa, ada balado, barbeque, pizza, dan keju. Sedangkan untuk bumbu saus tersedia dengan bumbu kacang seperti halnya cilok dan cireng. 

5. Burayot
Kue ini merupakan camilan tradisional dari wilayah Cangkuang Garut. Memiliki bentuk yang bulat lonjong serta agak keriput dengan warna yang kecoklatan. Burayot secara yradisional terbuat dari bahan dasar tepung beras, gula merah, santan, dan kacang tanah. Dengan ciri khas rasa yang manis serta agak renyah. Selain itu, gula aren yang sangat terasa sekali.

Namun kini setidaknya terdapat lima macam rasa Burayot yang dapat anda cicipi yang antara lain jahe, wijen, kacang tanah, coklat, hingga keju.

6. Galendo
Galendo adalah makanan khas dari Jawa Barat khususnya di daerah Kabupaten Ciamis. Meskipun keberadaan galendo berada di sejumlah daerah di Priangan Timur tetapi makanan khas ini lebih terkenal di Kabupaten Ciamis.

Makanan khas Ciamis yang terbuat dari ampas kelapa yang dimasak ini biasa disajikan untuk makanan ringan atau makanan penutup. Saat ini galendo dapat dijumpai di toko oleh-oleh yang berada di Priangan Timur dengan banyak variasi rasa, bentuk.

7. Colenak
Nama colenak tak asing bagi warga Jabar. Makanan khas Sunda berupa tape bakar ini mendunia. Colenak racikan Murdi, asli putra daerah Bandung, menjadi bagian sejarah saat kegiatan perdana Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung pada 1955 yang dihadiri Presiden Soekarno dan para pimpinan negara.

Makanan berpenampilan sederhana ini berbahan singkong yang dijadikan tape atau peyeum. Lalu tape dibakar menggunakan arang. Setelah itu, hidangan tape bakar dilumuri kelapa parut dan cairan gula merah. Colenak kini hadir dengan inovasi aroma durian serta nangka selain yang polos.  ***
(pam: dari berbagai sumber)