Isi Bulan Ramadan dengan Memperbanyak Amalan dari Pagi hingga Malam

Isi Bulan Ramadan dengan Memperbanyak Amalan dari Pagi hingga Malam
ilustrasi Amalan di Bulan Ramadan

WJtoday, Jakarta - Bulan ramadan yang hadir tidak cukup disambut dengan rasa gembira, tetapi harus disyukuri dengan memperbanyak amalan. Bulan yang hanya datang sekali setahun kemudian diberikan pahala berlipat ganda, tentu sayang dibiarkan berlalu begitu saja.

Coba diingat-ingat, beberapa teman, sahabat dan kerabat terdekat pada tahun ini ada yang tidak lagi bertemu ramadan. Tahun lalu kita masih bertemu dan berbuka bersama, tetapi sekarang telah pergi. Bagaimana jika kita yang berada di posisi itu? Mungkin ramadan ini kita hanya menjadi kenangan tersisa orang-orang terdekat yang perlahan dilupakan.

Untuk itu, memasuki bulan ramadan jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan beramal yang diberikan. Kita tidak pernah tahu apakah ramadan tahun depan bisa bertemu kembali.

Mari kita berlomba dalam mengejar kebaikan dan mencari pahala untuk bekal pulang. Jadikan ramadan ini ramadan terbaik dari sebelumnya. Jangan lagi hanya sekadar berpuasa dan menahan haus dan lapar. Namun, harus ada peningkatan dalam kuantitas dan kualitas ibadah.

Untuk itu, agar ramadan lebih baik dan menambah bekal akhirat lebih banyak, kita harus mengisi dengan beragam amal dan berusaha untuk menjaga kesehatan selama ramadan.

Bagaimana caranya mengisi hari-hari ramadan dengan ibadah? Mari kita mulai dari aktivitas yang sering kita lakukan dari bangun tidur hingga tidur kembali.

Pada bulan ramadan bangunlah lebih awal. Sebelum sahur, lakukan salat malam seperti tahajjud minimal dua rakaat. Seandainya bisa lebih akan lebih baik. Jangan kita bangun hanya untuk sahur dan melewatkan salat malam yang istimewa ini. Bagi ibu-ibu yang sibuk karena persiapan sahur, harus disiasati bagaimana bisa salat dan menyiapkan sahur.

Selanjutnya, perbanyak istighfar menjelang subuh. Istighfar dapat dilakukan sembari melakukan persiapan sahur. Mengapa harus istighfar? Dalam hadis Bukhori dan Muslim disebutkan:

"Pada setiap malam, Allah turun ke langit dunia, ketika tersisa sepertiga malam terakhir dan berfirman, " Barangsiapa berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Ku-beri. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Kuamapuni."

Dalam Alquran surat Al Imron ayat 17 disebutkan :

"(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya dan orang yang memohon ampunan pada waktu fajar."

Melihat keutamaan tersebut, jika melewatkan amalan ini akan merugikan diri sendiri, karena kita juga bangun dan sahur.

Berikutnya, ketika masuk waktu salat subuh lakukan berjamaah. Usai salat lanjutkan dengan zikir pagi dan tilawah. Selama ramadan, kita harus punya target membaca dan mengkhatamkan Alquran. Subuh adalah waktu yang tepat disisihkan untuk tilawah. Setelahnya bagi yang beraktivitas dapat melakukan rutinitas sesuai profesi msing-masing.

Di sela-sela aktivitas ini, lakukan salat duha. Sesibuk apapun tempat kerja, anda sendiri yang bisa memilih kapan meluangkan waktu salat minimal dua rakaat. Setelahnya dapat melanjutkan aktivitas hingga datang waktu zuhur. waktu-waktu yang anda miliki dapat juga diisi dengan melakukan amalan lain seperti tadabbur Alquran, majelis ilmu, sedekah dan sebagainya.

Kemudian masuk waktu salat zuhur, lakukan ibadah salat sunnah sebelum dan sesudah zuhur. Biasaya kita siang hari menghabiskan waktu untuk makan siang, sekarang kita isi dengan tilawah.

Begitu juga ketika azan asar berkumandang. Gunakan berjamaah dan membaca zikir sore. Menjelang persiapan berbuka, jika punya kemampuan rezeki, dapat  memberikan bukaan kepada keluarga, tetangga untuk mendulang pahala sedekah.

Saat berbuka lakukan sunnah-sunnah berbuka, dan jangan terlena dengan banyak makan dan melewatkan salat berjamaah.  Jangan makan berlebihan karena kita akan melakukan persiapan salat isya, tarawih dan witir.

Rangkaian ibadah tersebut tidak kaku dapat menyesuaikan tergantung kondisi individu masing-masing. Kita mengetahui kapan memiliki kesempatan dan harus menyediakan waktu untuk ibadah ini.

Puasa tidak akan mengganggu aktivitas. Selama kita berkomitmen dan mengingat besarnya pahala yang didapatkan akan membuat berlarut untuk dekat kepad-Nya. Kita akan merasakan keberkahan waktu yang dimiliki.

Sehingga, kita akan terbiasa dengan amalan-amalan ramadan yang melatih diri menjadi lebih baik meskipun ramadan berakhir. Jika ibadah-ibadah ini dirutinkan insya Allah akan membentuk pribadi yang berakhlak dan berperilaku mulia. Terbiasa mengisi hari-hari dengan kebaikan akan menjauhkan dari perbuatan maksiat.***