Irjen Napoleon Dijebloskan ke Sel Isolasi Bareskrim Polri

Irjen Napoleon Dijebloskan ke Sel Isolasi Bareskrim Polri
Irjen Napoleon Bonaparte./Media Polri

WJtoday, Jakarta - Irjen Napoleon Bonaparte dijebloskan ke dalam sel isolasi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri usai menganiaya Muhammad Kosman alias M Kece. Dia ditempatkan di sel isolasi setelah menjalani pemeriksaan pukul 23.00 WIB, Selasa, 21 September 2021. 

"Untuk kepentingan saksi-saksi dan penyidikan, sejak tadi malam, Bareskrim mengisolasi NB (Napoleon)," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Rabu, 22 September 2021. 

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu tidak boleh keluar selama di sel isolasi. Kecuali untuk kepentingan penyidikan kasus penganiayaan terhadap M Kece. 

"Iya betul. Tidak boleh keluar kecuali untuk kepentingan penyidikan," tegasnya.

Penganiayaan terjadi di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada 26 Agustus 2021. Napoleon dibantu tiga tahanan lainnya, salah satunya mantan panglima laskar FPI Maman Suryadi.

Penganiayaan berawal saat Napoleon bersama tiga napi masuk ke kamar sel M Kece sekitar pukul 00.30 WIB. Kemudian, Napoleon menyuruh salah satu tahanan mengambil plastik putih yang berisi kotoran manusia ke kamar selnya. Lalu, melumuri tinja itu ke wajah dan tubuh M Kece.

Setelah itu, Napoleon memukul M Kece. Penganiayaan terjadi sekitar satu jam hingga pukul 01.30 WIB. Setelah selesai, Napoleon dan tiga tahanan kembali ke sel.

Penganiayaan diduga lantaran Napoleon tak terima M Kece menghina Islam. Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu geram keyakinannya diusik hingga melampiaskan emosinya.

Napoleon ditahan karena terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra. Dia masih menunggu hasil kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Sedangkan, M Kece ditahan karena menjadi tersangka kasus penghinaan agama Islam.***