IPW Nilai Ada Tersangka Lain dalam Kasus Brigadir J

IPW Nilai Ada Tersangka Lain dalam Kasus Brigadir J
Indonesia Police Watch (IPW) berpendapat, tersangka dalam kasus penembakan terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo lebih dari satu orang. (detik.com)

WJtoday, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) berpendapat, tersangka dalam kasus penembakan terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo lebih dari satu orang. Hal itu merujuk pada sangkaan pasal yang diterapkan kepada tersangka Bharada Richard Eliezer.

Tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerapkan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Atas hal itu, IPW menilai ada tersangka lain dalam kasus ini.

"Penyidik telah memiliki bukti-bukti awal bahwa tindak pidana yang dilakukan terkait matinya Brigadir Yosua ini bukan oleh satu orang. Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka, ada tersangka lain," ujar ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam diskusi daring, Jumat (5/8/2022).

Dalam analisis IPW, ada tindakan perlindungan yang dilakukan dengan cara tindakan penghalangan penyidikan. Dengan kata lain, ada hal yang ditutup-tutpi oleh pihak tertentu.

Dugaan IPW menyasar pada sosok orang yang dalam tanda kutip high profile. Sebab, kalau memang terbukti kasus ini dilakukan oleh polisi di tingkat bawah, maka tidak perlu ada rekayasa yang sedemikian rupa.

"Jadi indikasi itu ada. Nah, sekarang indikasi itu diperkuat dengan hasil serangkaian penyidikan Bareskrim terkait dengan CCTV kemudian komunikasi telepon, uji balistik, rekonstruksi, kemudian autopsi ulang dan satu yang tidks pernah disebutkan adalah pistol Glock itu teregister atas nama siapa," terang Teguh.

IPW juga mendorong tim khusus untuk menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka. Dorongan itu diajukan IPW apabila penyidik di tim khusus menemukan cukup alat bukti.

Ferdy Sambo baru saja menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022) kemarin. Pemeriksaan kemarin merupakan kali keempat bagi eks Kadiv Propam Polri tersebut.

"Jadi dengan pemeriksaan terakhir terhadap Irjen Ferdy Sambo sebagai saksi, apabila penyidik menemukan cukup alat bukti, IPW mendorong penyidik tidak ragu-ragu menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka," tegasnya.

Dorongan itu semakin menguat ketika Jenderal Listyo Sigit mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (STR) nomor 1628/VIII/Kep/2022, tertanggal 4 Agustus 2022. Dalam STR tersebut sejumlah personel dimutasi, termasuk Ferdy Sambo-yang kini menjadi Pati Yanma Mabes Polri.  ***