Indonesia Waspadai Varian Mu

Indonesia Waspadai Varian Mu
Ilustrasi COVID-19 Varian Mu (wJtoday/Yoga enggar)

WJtoday, Jakarta - Varian Mu memiliki resisten terhadap vaksin covid-19. Namun hingga saat ini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.

Meskipun demikian masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gelombang ketiga covid-19 apabila masyarakat tidak patuh  protokol  kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan semakin banyak kasus covid-19 berkembang dan semakin lama pandemi ini berlangsung maka virus itu akan melakukan modifikasi dan melakukan mutasi.

“Di sekitar kita varian ini belum terdeteksi. Kita sudah melakukan genom sekuensing terhadap 7 ribuan orang di Indonesia dan belum terdeteksi varian tersebut. Mudah-mudahan varian Mu ini akan abortif,” katanya dalam konferensi pers melalui kanal Youtube Setpres, dikutip (9/9/21)

Varian Mu ini terjadi secara konteks laboratorium bukan dalam konteks epidemiologi. “Varian Mu itu mempunyai resistansi terhadap kondisi vaksin, tetapi penyebarannya tidak hebat seperti penularan dari varian Delta,” kata dr. Dante.

Saat ini World Health Organization (WHO) telah menambahkan Varian Mu ke dalam daftar “variants of interest”. 

WHO juga khawatir bahwa virus tersebut dapat melawan kekebalan tubuh, baik yang didapatkan dari infeksi sebelumnya atau dari vaksinasi.

Menurut buletin mingguan WHO tentang pandemi, varian Mu "memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan".

Data awal menunjukkan itu mungkin menghindari pertahanan kekebalan dengan cara yang mirip dengan varian Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, tetapi ini perlu dikonfirmasi oleh pekerjaan lebih lanjut.

Dilansir dari The Guardian, varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021. 

Sejak itu, kasus sporadis dan beberapa wabah yang lebih besar telah dicatat di seluruh dunia. Di luar Amerika Selatan, kasus telah dilaporkan di Inggris, Eropa, AS, dan Hong Kong.***