Imbas Aturan Dilonggarkan, Pelanggaran Prokes di PTM hingga Klaster Covid-19 di Sejumlah Daerah

Imbas Aturan Dilonggarkan, Pelanggaran Prokes di PTM hingga Klaster Covid-19 di Sejumlah Daerah
ilustrasi./twitter

WJtoday, Jakarta - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) sudah kembali dilaksanakan dengan beberapa pembatasan. Bukannya menghilangkan learning loss, namun yang terjadi malah hadirnya klaster Covid-19 di sejumlah wilayah.

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan, hal itu terjadi lantaran pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan oleh guru dan yang lebih banyak lagi oleh siswa, khususnya sepulang sekolah.

Bentuk pelanggaran prokes yang banyak terjadi adalah tidak pakai masker, berkerumun tidak jaga jarak, nongkrong tanpa masker, termasuk di dalam angkutan umum tak jaga jarak.

“P2G menilai pelanggaran prokes disebabkan lemahnya pengawasan dari aparat Pemda atau Satgas ketika siswa pulang sekolah. Begitu pula minimnya teladan dari orang dewasa (masyarakat) akan kepatuhan prokes. Siswa pakai seragam sekolah tapi tak bermasker lantas dibiarkan saja oleh masyarakat, tidak ditegur,” ungkapnya melalui keterangannya, dikutip Selasa (9/11/2021).

Pihaknya pun juga melihat masyarakat kini merasa bahwa Covid-19 telah lenyap seiring intensitas vaksinasi, masyarakat sudah diizinkan melakukan kegiatan beramai-ramai, pasar sudah normal kembali, tempat ibadah juga demikian dan pesta perkawinan sudah dihelat normal.

“Jadi persepsi yang terbangun, kita sudah bisa hidup normal kembali. Sehingga komitmen disiplin prokes kembali melemah,” tuturnya.

P2G pun meminta pemerintah daerah (pemda) dengan tegas memberikan sanksi bagi sekolah yang melanggar prokes, demi meminimalisir sebaran Covid-19 dan risiko klaster sekolah. “Bagi siswa atau guru kedapatan melanggar 3M, maka sanksi bagi mereka dapat berupa pembelajaran dikembalikan PJJ,” pungkas Satriwan.***