Ibu Kota Bakal Dipindah, Mesir Akan Jadikan Kairo Destinasi Wisata

Ibu Kota Bakal Dipindah, Mesir Akan Jadikan Kairo Destinasi Wisata
Kawasan futuristik di utara Mesir yang bakal jadi lokasi ibu kota baru. (identity magz)

WJtoday, Bandung - Mesir terus melakukan proyek revitalisasi untuk memulihkan kota Kairo, situs warisan dunia bersejarah berusia ribuan tahun yang identik dengan kisah Seribu Satu Malam.

Rencana tersebut bertujuan untuk merevitalisasi dan mempromosikan Kairo sebagai kota wisata, sementara pemerintah bersiap untuk pindah ke ibu kota baru yang futuristik di kawasan utara.

Hal ini memberikan semangat baru bagi para arsitek dan pelaku restorasi bangunan bersejarah, untuk menyelamatkan gedung-gedung tua yang mereka khawatirkan akan hilang karena urusan birokrasi, korupsi pejabat dan kendala hukum.

Apartemen bertingkat rendah akan dibangun di atas tanah kosong dekat Kairo, di mana penduduk dan pertokoan akan direlokasi saat struktur bobrok yang selama ini mereka tempati dipulihkan, kata koordinator utama Mohamed Elkhatib, seperti yang dikutip dari Reuters pada Kamis (30/9/2021).

Pekerja akan segera mulai memperbaiki fasad bangunan tua - termasuk yang tidak terdaftar secara resmi sebagai bangunan bersejarah - agar pemandangan Kairo nampak sama seperti ribuan tahun yang lalu.

Rencana tersebut juga melibatkan konversi beberapa wikala atau karavan kota, menjadi hotel butik, sebuah ide yang terbukti berhasil di tempat lain di Timur Tengah.

"Kami sebenarnya sudah mulai menggarap sebidang tanah. Negosiasi dengan warga telah berakhir dan kami telah mulai membangun." kata Elkhatib.

Pemerintah bermaksud untuk merenovasi sekitar 10 persen dari area tersebut dalam fase dua tahun awal, dan sedang mempelajari proposal untuk membuat satu entitas untuk Kairo yang bersejarah sekitar 30 km persegi, katanya.

Sebagian besar pekerjaan awal akan fokus pada pemulihan distrik di sekitar tiga gerbang besar, yang dibangun oleh dinasti Fatimiyah Tunisia, yang memerintah selama dua abad setelah tentaranya menaklukkan Kairo pada 969 Masehi.

Satu gerbang, Bab al-Zuwaila, dan Jalan Habbaniya di selatannya, adalah pemandangan yang dikisahkan dalam Seribu Satu Malam.

Nuansa kota Kairo yang bersejarah serta padat dengan rumah, pertokoan, kios kerajinan, dan pasar tradisional nantinya dapat ditelusuri kembali.

"Hanya sedikit kota di dunia yang memiliki begitu banyak area bersejarah berusia kuno," kata Jeff Allen dari World Monuments Fund, yang bekerja di kompleks keagamaan Sufi abad ke-16 di selatan Bab al-Zuwaila.  ***