Hingga September, WHO Sebut 80-180 Ribu Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19

Hingga September, WHO Sebut 80-180 Ribu Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19
ilustrasi./twitter

WJtoday, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperkirakan ada 80 ribu sampai 180 ribu tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19. Data ini diambil sejak awal pandemi Covid-19 hingga September 2021.

Dengan keluarnya data tersebut, WHO memperingatkan soal bahaya kelelahan sampai kecemasan akibat Covid-19. WHO menegaskan, data dan fakta ini tidak bisa dibiarkan berkelanjutan.

"Kami punya kewajiban moral untuk melindungi tenaga kesehatan, memastikan haknya dan menyediakan mereka pekerjaan layak dan aman," kata Direktur Departemen Tenaga Kesehatan WHO, Jim Campbell seperti dikutip dari Reuters.

"Ini juga harus mencakup akses vaksin," sambung Campbell.

Meski demikian, Campbell mengatakan beberapa waktu terakhir tingkat rata-rata kematian nakes akibat Covid-19 sudah turun.

"Dunia jangan berpuas diri, banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meminimalisir resiko terinfeksi di tempat kerja," sambung dia.

Dari data WHO itu pula kesetaraan penerimaan vaksin pada nakes di dunia masih timpang. Wilayah yang paling merasakan ketimpangan tersebut adalah Afrika.

Di wilayah Afrika serta Pasifik Barat baru 1 dari 10 orang yang sudah menerima dosis penuh vaksin Covid-19. Sementara itu, 22 negara berpanghasilan tinggi 80 persen tenaga kesehatan sudah mendapat dosis penuh vaksin Covid-19.***