Heboh Kargo Ducati di Mandalika Diduga Dibongkar Tanpa Izin, Penyelenggara Minta maaf

Heboh Kargo Ducati di Mandalika Diduga Dibongkar Tanpa Izin, Penyelenggara Minta maaf
Potret seorang oknum petugas di Sirkuit Mandalika bersama Motor Ducati yang diduga kargonya dibongkar tanpa izin. (twitter)

WJtoday, Bandung - Kabar kurang menyenangkan dan memalukan datang jelang gelaran World Super Bike (WSBK) yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika di Lombok, NTB, Indonesia, pada 19 hingga 21 November 2021.

Para eksekutif Ducati dilaporkan terkejut dan berang karena pada hari Rabu (10/11), seorang koresponden Indonesia membocorkan video dan gambar ke speedweek.com.

Terlihat seorang karyawan trek balap dari penyelenggara lokal MGPA membuka kotak kargo Ducati dan mengutak-atik sepeda motor pembalap pabrik Michael Rinaldi.

Bahkan di media sosial, netizen berpendapat bahwa aksi tersebut bisa mencoreng nama Indonesia sebagai tuan rumah balapan.

Motor WBSK itu dijadikan konten oleh channel YouTube Soul Kuta Lombok. Terlihat memang kanal YouTube itu sering mengunggah pengerjaan Sirkuit Mandalika.

Setelah video kargo Ducati itu tersebar, tim Ducati mengirim peringatan keras hingga Direktur WSBK ikut meminta maaf.

"Kami sangat menyesal, kejadian ini di luar kendali kami," kata Gregorio Lavilla, Direktur Eksekutif WSBK dilansir dari Speedweek.com.

Mandalika Grand Prix Association (MGPA), selaku bagian dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Group, meminta maaf atas heboh kargo motor milik tim Ducati dibongkar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

MGPA juga menyayangkan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab telah mendekati motor, mengambil video tanpa izin, dan mempublikasikan sehingga menimbulkan kesalahpahaman di antara pelaku industri balap motor.

"Kami meminta maaf kepada pecinta balap motor tanah air dan Internasional atas insiden yang terjadi," kata Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Antara, Kamis (11/11/2021).

Ricky mengatakan secara pribadi telah mendiskusikan hal ini dengan Dorna Sport dan meminta maaf dua hari lalu dan mereka dapat mengerti. Selain itu, pihaknya menawarkan untuk berbicara dengan Ducati guna menjelaskan apa yang terjadi.

"Sebagai tindak lanjut, kami memastikan adanya pembatasan jumlah orang yang diizinkan masuk dan keluar 'pit lane' selama proses pemeriksaan," tegas Ricky.

Dia mengutarakan, sejak Senin (8/11), kargo logistik tim WSBK sudah mulai datang ke Mandalika melalui Bandara Internasional Lombok, selanjutnya dibawa ke paddock Pertamina Mandalika International Street Circuit.

"Kedatangan kargo tersebut ditangani oleh pihak terkait, dalam hal ini Bea-Cukai, Freight Forwarder, dengan didampingi pihak Dorna Sport dan MGPA," sebutnya.

Pemeriksaan kargo logistik dilakukan sesuai dengan aturan, telah mendapat izin, dan didampingi pihak Dorna selama proses berlangsung. Keterlibatan pihak Freight Forwarder mendapat izin dari Dorna Sport dan Bea-Cukai untuk membuka peti dan memeriksa karena perlu mengambil nomor sasis.

"Untuk itu, mereka mendapat izin khusus dari Dorna Sport untuk membuka peti untuk memeriksa isi kargo," ujr Ricky.

MGPA berkomitmen untuk menyambut penyelenggaraan event MOTUL FIM Superbike World Championship Indonesia 2021 yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada 19-21 November mendatang secara profesional.

"Penyelenggaraan tetap sesuai aturan yang ditetapkan oleh Dorna Sport maupun FIM," katanya.

"Kami mengajak semua pihak agar bersama-sama menjaga nama baik Indonesia dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada kita dengan saling menjaga dan mendukung kelancaran WSBK," Ricky menambahkan.  ***