Hasil Evaluasi Pemerintah Soal Perpanjangan PPKM Periode 19 Oktober - 8 November

Hasil Evaluasi Pemerintah Soal Perpanjangan PPKM Periode 19 Oktober - 8 November
ilustrasi./twitter

WJoday, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hasil evaluasi perkembangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali periode 19 Oktober – 8 November 2021.

Dia mengatakan jika dari hasil evaluasi secara umum, perkembangan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah jauh membaik pada minggu ini, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kasus Aktif secara nasional per 25 Oktober tercatat sebesar 13.554 kasus atau 0,3 persen dari total kasus, sudah turun 97,6 persen dari puncak kasus di 24 Juli 2021. Angka ini jauh di bawah rata-rata global yang sebesar 7,4 persen.

Kemudian kasus Konfirmasi Harian rata-rata 7 hari (7DMA) adalah 752 kasus, dengan tren yang terus menurun, dan pada 25 Oktober 2021 Kasus Harian sebanyak 460 kasus, atau sudah turun 99,1 persen  dari puncaknya di 15 Juli 2021 yang sebesar 56.757 kasus per hari.

"Jumlah rata-rata orang yang diperiksa dalam 7 hari (7DMA) pun relatif stabil di kisaran 160-170 ribu orang," jelas dia dalam keterangannya, seperti dikutip Rabu (26/10/2021).

Kemudian apabila dilihat dari setiap wilayah pulau di Indonesia, terutama di Luar Jawa-Bali, jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah total kasus aktif dibandingkan pada masa awal penerapan PPKM berdasarkan level, adalah sbb:

Sumatera: RR = 95,93 persen dan CFR = 3,57 persen, dengan penurunan (jumlah total kasus aktif) -95,64 persen 

Nusa Tenggara: RR = 97,20 persen dan CFR = 2,34 persen dengan penurunan -96,74 persen 

Kalimantan: RR = 96,32 persen dan CFR = 3,17 persen dengan penurunan -96,28 persen 

Sulawesi: RR = 96,87 persen dan CFR = 2,63 persen dengan penurunan -96,50 persen 

Maluku dan Papua: RR = 95,93 persen dan CFR = 1,76 persen dengan penurunan -89,65 persen 

Sementara, tingkat RR Nasional adalah 96,28 persen  (lebih baik dari RR Global sebesar 90,60 persen), CFR Nasional adalah 3,38 persen (masih lebih tinggi dari CFR Global sebesar 2,03 persen), dan jumlah total penurunan Kasus Aktif Nasional sebesar -96,80 persen.

Beranjak ke Level Asesmen, per 23 Oktober Level Asesmen dari 27 Provinsi di Luar Jawa-Bali tercatat bahwa tidak ada Provinsi di Level 4.

Hanya ada 1 Provinsi Level 3 yakni Kalimantan Utara, 23 Provinsi di Level 2, serta 3 Provinsi di Level 1 yaitu Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.

Sedangkan, untuk tingkat Kabupaten/Kota di Luar Jawa-Bali, terlihat bahwa jumlah Kabupaten/Kota Level 1 meningkat menjadi 100 Kabupaten/Kota.

Adapun tren jumlah Kabupaten/Kota Level 4 dan Level 3 terus menurun, meskipun pada minggu ini terdapat 2 Kabupaten/Kota yang masih ada di Level 4 yaitu Kab. Bulungan (Kalimantan Utara) dan Kab. Tambraw (Papua Barat), yang disebabkan oleh kenaikan jumlah kematian pada beberapa hari ini, dan Tracing yang masih terbatas.

"Serta capaian vaksinasi Dosis-1 yang perlu dinaikkan, khususnya Tambraw yang tercatat masih 8 persen. Sedangkan Bulungan sudah cukup bagus yaitu 59 persen,” lanjut dia.

Jadi, Level Asesmen dari Kabupaten/Kota di luar Jawa Bali yaitu sebanyak 2 Kabupaten/Kota Level 4, 11 Kabupaten/Kota Level 3, 273 Kabupaten/Kota di Level 2, dan 100 Kabupaten/Kota di Level 1.

Menyoal capaian Vaksinasi Dosis-1 untuk Luar Jawa-Bali, tercatat baru 5 Provinsi yang capaiannya di atas nasional yakni Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Sementara, 22 Provinsi lainnya masih berada di bawah nasional dan perlu diakselerasi, dan untuk capaian vaksinasi Dosis-1 secara nasional sendiri tercatat 54,35 persen.

Untuk capaian Vaksinasi Dosis-2 di Luar Jawa-Bali, baru 4 Provinsi yang capaiannya di atas nasional yaitu Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Timur, dan Jambi. Sedangkan, 23 Provinsi lainnya masih berada di bawah capaian nasional yang sebesar 32,67 persen.

“Arahan dari Bapak Presiden, capaian vaksinasi harus terus diakselerasi, dan beliau memberi catatan khusus untuk Aceh, Papua, Sumatera Barat, Sulawesi Barat karena mereka adalah (beberapa provinsi) yang cukup rendah capaiannya yaitu di kisaran 24 persen -33 persen ,” tutur Airlangga.

 

Syarat Vaksinasi di Event Besar

Pencapaian vaksinasi di suatu daerah juga juga menjadi prasyarat dan ukuran kesiapan daerah dalam menyelenggarakan sebuah event besar yang melibatkan banyak orang.

Salah satu contohnya, event World Superbike (WSBK) yang akan diadakan di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada 19-21 November 2021 mendatang.

Jika dilihat dari Level Asesmen Situasi Pandemi 5 Kabupaten/Kota di Lombok, terdapat 4 Kabupaten/Kota yang berada di Level 1 yaitu Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Barat, serta 1 Kabupaten/Kota ada di Level 2 yaitu Lombok Tengah.

“Di sini, Lombok Tengah termasuk di Level 2 karena kapasitas respon yang masih “Sedang”, sehingga perlu ditingkatkan kapasitas 3T khususnya Tracing. Sedangkan capaian Vaksinasi Dosis-1 sebesar 68,69 persen dan Dosis-2 sebesar 21,55 persen. Padahal target capaian vaksinasi saat penyelenggaraan WSBK adalah 70 persen Dosis-1 di 5 Kabupaten/Kota di Pulau Lombok,” ungkap Menko Airlangga.

Kegiatan PON yang sudah selesai dan ditutup pada 15 Oktober lalu, setelah 10 hari dilakukan pengawasan pasca penutupan, sampai saat ini tidak memperlihatkan adanya lonjakan kasus, baik di Kabupaten/Kota penyelenggara PON maupun di daerah masing-masing peserta.

“Namun, kita akan tetap mengevaluasi, terutama sampai hari ke-14 nanti. Kalau hasilnya bagus, hal ini akan menjadi referensi bagi penyelenggaraan acara-acara atau event besar lainnya ke depan,” ujar Menko Airlangga.***