Hari Perhubungan Nasional Tahun 2021, Menhub Ungkap Rencana Pemanfaatan PeduliLindungi

Hari Perhubungan Nasional Tahun 2021, Menhub Ungkap Rencana Pemanfaatan PeduliLindungi
Hari Perhubungan Nasional Tahun 2021./instagram

WJtoday, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberi pesan khusus di Hari perhubungan Nasional (Harhubnas) 2021. Dia menegaskan bahwa kata ‘bergerak’ untuk mengharmonikan Indonesia harus dimaknai dengan transformasi dan perubahan.

"Lakukan pergerakan itu dengan melawan disrupsi yang ada dimana-mana. Di sektor darat, dari yang namanya gojek, angkutan pelat hitam, bahkan logistik internasional pun terjadi suatu disrupsi," kata Budi Karya saat membuka acara Kick Off Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2021 bertajuk 'Bergerak Harmonikan Indonesia', Rabu (1/9/2021).

Budi Karya berpendapat bahwa Indonesia harus membuat suatu pola pikir yang baru tentang adanya disrupsi. Karena digitalisasi 4.0 dan pandemi Covid-19 yang mungkin akan berkepanjangan dan menjadi endemi. 

"Bapak Presiden sudah menyatakan bahwa buat roadmap bagaimana proses endemi kita lakukan. Masing-masing sektor harus berkreasi," ujarnya.

Budi mengaku sangat mengapresiasi platform PeduliLindungi yang menurutnya sudah bagus sebagai salah satu contoh kreasi sesuai yang diinginkan oleh Presiden. Ia ingin aplikasi itu menjadi kekuatan sektor transportasi.

"Kita cangkok menjadi suatu kekuatan tertentu yang bisa memperkuat sektor transportasi," kata Budi.

Namun, Budi mengakui bahwa tidak cukup hanya dengan hal itu saja, karena kita juga harus memiliki jaringan internasional agar bisa tahu fakta yang terjadi di dunia internasional hari ini dan ke depannya. 

Dalam skala kecil, lanjut Budi, pemberdayaan anak-anak pintar dilakukan. Misalnya membuat talent's pool.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu mengapresiasi insan perhubungan, yang menurutnya masih bisa bekerja luar biasa di sektor laut, udara, kereta api, dan darat, agar bisa tetap survive memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Meskipun begitu, dia menekankan, ini belum cukup. Karena, Indonesia harus survive dalam masa pandemi Covid-19 yang lebih panjang. Ia juga mencontohkan, negara tetangga seperti Singapura menyikapinya dengan kampanye yang menyenangkan dan mampu menerima bahwa endemi adalah teman.

"Endemi adalah suatu keniscayaan dan harus ditanggapi sama persis dengan disrupsi terhadap digitalisasi. Karenanya, kita harus mengubah pola kerja, pola organisasi, di mana kita harus mereformasi digitalisasi yang terjadi atau yang kita lakukan," kata Budi Karya.

"Kita harus menyiapkan etos kerja-etos kerja baru yang ada di lingkungan kita, dan kita harus berkolaborasi tidak hanya di dalam negeri tapi juga di dunia internasional," ujarnya.***