Info Haji 2022

Haji Sakit di Saudi Tetap jadi Tanggung Jawab Pemerintah

Haji Sakit di Saudi Tetap jadi Tanggung Jawab Pemerintah
Haji Sakit di Saudi Tetap jadi Tanggung Jawab Pemerintah

WJtoday, Mekkah  - Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab mengatakan jamaah haji yang sakit dan di rawat di RS Arab Saudi maupun KKHI sampai operasional haji berakhir tetap menjadi tanggung jawab pemerintah hingga mereka dipulangkan ke Tanah Air.

"Kalau operasional haji selesai jamaah tetap sakit akan diserahkan ke KJRI dan berkoordinasi dengan RS terdekat apakah di Madinah, Mekkah atau Jeddah. Setelah itu kita pantau perkembangannya sampai sembuh atau dinyatakan boleh pulang maka KJRI serahkan ke kita dan kita akan antar sampai ke rumah," kata Saiful di Mekkah, Minggu (31/7/22).

Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama yang nantinya akan memulangkan jamaah haji ke daerahnya hingga sampai ke rumah jamaah.1

Terkait proses pemulangan jamaah, pihaknya akan terus berkoordinasi sampai operasional haji selesai. Kemudian dari Ditjen PHU akan terus memantau kondisi jamaah apakah boleh pulang atau belum.

Jika sudah diperbolehkan pulang maka PHU akan berkoordinasi dengan petugas di wilayah jamaah dan nantinya akan diantar pulang hingga ke rumah dengan pendampingan dari Ditjen PHU.

Operasional Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Mekkah akan ditutup pada 5 Agustus 2022 seiring dengan pemberangkatan terakhir jamaah haji dari Mekkah ke Madinah sehingga jika masih ada jamaah yang dirawat akan dipindahkan ke KKHI Madinah.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekkah Muhammad Imran mengatakan saat ini masih ada 23 jamaah yang dirawat di RS Arab Saudi dan 10 jamaah dirawat di KKHI Mekkah.

"Kebanyakan mereka masih dirawat karena stroke maupun operasi jantung, saat ini masih tunggu masa pemulihan. Kita doakan mereka semoga pulih dan segera kembali ke Tanah Air," kata Imran.

Lebih lanjut Imran mengatakan, jamaah yang dirawat di KKHI Mekkah sebagian besar mempunyai komorbid atau penyakit penyerta yang berat seperti diabetes, hipertensi maupun penyakit jantung.***