Gubernur Jabar Minta Polisi Dalami Kasus Praktik Jual-Beli Sertifikat Vaksin Palsu

Gubernur Jabar Minta Polisi Dalami Kasus Praktik Jual-Beli Sertifikat Vaksin Palsu
Aparat Tangkap Penjual Sertifikat Vaksin Palsu di Jabar./instagram

WJtoday, Bandung - Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Barat (Polda Jabar) menangkap empat orang tersangka pembuat dan penjual sertifikat vaksin covid-19 palsu. Penjualan sertifikat palsu ini dilakukan melalui media sosial sejak 27 Agustus 2021.

"Sudah berjalan sejak 27 Agustus berdasarkan hasil penyelidikan kami," jelas Dirreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Arif Rahman, Selasa (14/9/2021).

Polda Jabar menangkap empat tersangka pembuat dan penjual sertifikat vaksin covid-19 palsu di dua tempat berbeda. Satu orang ditangkap di perbatasan Karawang dan Bekasi. Kemudian tiga orang lainnya berhasil diamankan di Kota Bandung.

"Di daerah Kota Bandung dimana kami mengamankan tiga orang, yang pertama adalah sebagai pembuat sertifikat vaksin palsu, yang dua orang bertindak memasarkan di media sosial," katanya.

Arif mengatakan berdasarkan pemeriksaan, sebanyak sembilan orang membeli sertifikat vaksin palsu dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama. Kemudian ada 26 orang yang membeli pada TKP kedua.

Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kasus sindikat sertifikat vaksin covid-19 palsu. Arif menjelaskan tersangka dapat dikenai berbagai pasal di UU ITE dengan hukuman 5-12 tahun penjara.

Sindikat sertifikat vaksin covid-19 palsu ini terungkap setelah dilakukan penyelidikan oleh patroli siber. Sertifikat yang dijual oleh tersangka terdaftar dalam aplikasi Pedulilindungi. Dua orang tersangka merupakan mantan relawan dari vaksinasi sehingga memiliki akses ke aplikasi Pedulilindungi.


Ridwan Kamil Minta Polisi Dalami Kasus Praktik Jual Beli Sertifikat Vaksin Covid-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi kasus penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan sertifikat vaksin tanpa vaksinasi di Bandung. Dia meyakini praktik kecurangan dan modus kejahatan bisa ditangani oleh pihak kepolisian.

Menurut dia, praktik yang menyalahi aturan di masa pandemi merupakan bagian dari dinamika penanganan Covid-19, seperti korupsi bantuan sosial dan penumpukan alat kesehatan.

"Ada tindakan pidana Polda Jabar menangkap mantan relawan yang menjual sertifikat vaksin, itu bagian dinamika di mana-mana kriminalitas selalu ada dalam proses Covid," kata Ridwan Kamil di bandung, Selasa (14/9).

"(Soal) sertifikat (vaksin ilegal) ini saya kira jawaban sederhana, setiap ada pelanggaran hukum, Polda Jabar akan tegas melakukan penindakan. Saya titip ke Pak Kapolda jangan-jangan ini ada komplotan atau skalanya masif, jadi kita harus selidiki," ia melanjutkan.

Di sisi lain, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri mengatakan penyalahgunaan sertifikat vaksin Covid-19 ini terjadi dua kali dengan empat tersangka. Pihaknya akan menyelidiki mengenai praktik tersebut.

"Sertifikat asli tapi datanya yang dipalsukan itu dua kali. Minggu kemarin ada dan dua minggu yang lalu ada. Dua yang kita tangani, sudah kita tindak tegas," ucap dia.

"yang kita sesalkan memang mereka dari relawan jadi menciderai relawan yang sungguh melaksanakan vaksinasi. Tapi sekali lagi, kita tindak tegas baik mereka yang menyalahgunakan wewenang," pungkasnya.***