Gempa M 5,3 di Kabupaten Malang, Guncangan Paling Kuat di Blitar

Gempa M 5,3 di Kabupaten Malang, Guncangan Paling Kuat di Blitar

WJtoday, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (22/10/2021). Gempa terjadi pada pukul 09:21:15 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa berpusat di laut 75 km selatan Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.  

Episenter gempa berada di koordinat 8.81 LS dan 112.49 BT. Gempa tersebut berada pada kedalaman 33 km.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui dampak yang ditimbulkan dari gempa tersebut.

Namun lindu ini juga dirasakan kuat di sejumlah wilayah di sekitar Malang. Guncangan paling terasa di Blitar dengan skala III-IV MMI.

Kemudian wilayah Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember, dan Trenggalek masing-masing merasakan guncangan dengan skala II-III MMI.

Mengutip BMKG, skala mercalli (MMI) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. I MMI sama dengan getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

Kemudian II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI, getaran pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI, getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI, tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI, kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI, kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI, bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI, bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI, hancur sama sekali, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.***