Gedung Resepsi Kosong, Pria di Bogor Tipu Calon Istri di Hari Pernikahan

Gedung Resepsi Kosong, Pria di Bogor Tipu Calon Istri di Hari Pernikahan

WJtoday, Bogor  - Kepolisian Resor Kota Bogor berhasil menangkap DS, terduga pelaku penipuan dengan korban calon mempelai wanitanya sendiri, yang viral di media sosial. 

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, dugaan penipuan itu berawal saat DNS meminjam uang sebesar Rp 47,5 juta kepada keluarga mempelai wanita berinisial C.

DNS beralasan uang tersebut akan digunakan untuk biaya pernikahan, termasuk sewa gedung.

Namun, belakangan diketahui bahwa DNS tidak pernah menyewa gedung pernikahan maupun mendaftarkan pernikahannya dengan C ke KUA setempat.

Penipuan pernikahan oleh calon mempelai pria itu juga viral di media sosial. Melalui unggahan di media sosial, akun Instagram @sylvara.makeup membagikan kisah yang dialami kliennya yakni korban C.

Dugaan penipuan itu terungkap pada 14 November 2021 yang seharusnya menjadi hari pernikahan antara DNS dan C.

Saat itu, korban C bersama keluarga besarnya mendatangi gedung Puri Begawan di Kota Bogor yang disebut sudah disewa pelaku untuk pernikahan mereka.

Namun, C justru menghadapi kenyataan bahwa tak ada dekorasi pernikahan apa pun di gedung tersebut. Korban C juga tidak menemukan DNS dan keluarganya di sana.

"Ternyata setelah sampai di sana barulah diketahui tidak pernah ada pemesanan atau booking tempat untuk pernikahan yang dilakukan oleh tersangka," kata Ferdy

Korban C dan keluarga besarnya baru sadar bahwa mereka telah ditipu oleh DNS. Oleh sebab itu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Dan dengan dasar itu mereka membuat laporan polisi ke Polsek Bogor Timur untuk ditindaklanjuti," ujar Ferdy.

Pelaku DNS akhirnya ditangkap polisi pada Kamis (18/11/2021). DNS ditangkap tim Buser Polsek Bogor Timur di rumah kontrakannya di kawasan Citayam, Kabupaten Bogor.

DNS telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Tersangka DNS disangkakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.***