Fokus Urus Kasus, Korban Pelecehan Seksual Dibebastugaskan dari KPI Pusat

Fokus Urus Kasus, Korban Pelecehan Seksual Dibebastugaskan dari KPI Pusat
ilustrasi./twitter

WJtoday, Jakarta - Kasus perundungan dan pelecehan seksual yang menimpa seorang pegawai KPI berinisial MS masih terus bergulir. Banyak yang menyebut MS diberhentikan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

Terkait kabar itu, kuasa hukum MS, Mehbob, mengatakan, tidak benar bila MS diberhentikan dari KPI. Dia tetap bekerja sebagai pegawai yang bisa menjalankan tugas di rumah bila dibutuhkan.

"Tidak benar [diberhentikan], dia hanya dibebastugaskan. Kalau dibutuhkan dikerjakan dari rumah," jelas Mehbob saat dikonfirmasi, Selasa (2/11/2021).

Mehbob juga menjelaskan memang kemarin ada miskomunikasi dengan KPI terkait absensi. Semua sudah selesai dan jelas.

"Karena kemarin saat dibebastugaskan enggak perlu absen. Tapi ternyata harus absen. Jadi itu miskomunikasi aja. Jadi masih tetap bekerja di KPI," tutur dia.

Pembebastugasan MS sebenarnya sudah dilakukan sejak awal perkara dimulai. KPI membebastugaskan MS bertujuan agar fokus pada kasusnya dan proses penyembuhan.

"Sejak awal perkara dulu semuanya dibebastugaskan untuk MS supaya konsentrasi pada kasusnya dan juga pada proses penyembuhan," tambah Mehbob.

Saat ini tim kuasa hukum MS masih menunggu hasil forensik dari RS Polri untuk digunakan sebagai alat bukti.

"Karena kejadiannya sudah lama jadi barang buktinya banyak mengandalkan hasil forensik dan petunjuk," pungkasnya.

KPI juga sudah memberikan pernyataan kabar MS diberhentikan. Kepala Sekretariat KPI Umri menepis kabar itu.

"Enggak lah, masa diberhentikan orang lagi ada kasus kaya gini diberhentiin malah makin kusut lah kalau kaya gitu persoalannya,” kata Umri saat dihubungi Selasa, (2/11).***