Fenomena Kendaraan Bermotor Tak Pakai Pelat Nomor

Fenomena Kendaraan Bermotor Tak Pakai Pelat Nomor
ilustrasi./instagram

WJtoday, Jakarta - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, menegur masyarakat yang tak memakai pelat nomor atau TKNB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) di kendaraannya.

“Kalau pergi, pelat nomor jangan lupa diajak” kata Fadil sebagaimana dikutip dari akun Instagram @kapoldametrojaya, Rabu (10/11/2021).

Dalam unggahan tersebut, Fadil menyoroti beberapa sepeda motor yang ia temui di jalan, namun tidak memasang pelat nomor. Ia meminta jajarannya untuk memberikan arahan kepada warga agar berkendara sesuai aturan.

“@tmcpoldametro tolong diperhatikan, ingatkan dan edukasi bagi pengendara yang kelengkapan plat nomornya tidak lengkap, termasuk knalpot bising dan spion ghosting,” lanjutnya.


Fungsi Pelat Nomor Kendaraan

Pelat nomor kendaraan sebenarnya berfungsi sebagai identitas dari kendaraan itu sendiri. Nomor dalam pelat tersebut mengandung kode wilayah dan juga identitas pemilik.

Setiap nomor dalam pelat tersebut sudah terdaftar di data kepolisian, jadi tidak boleh asal memasang nomor dan kode tertentu.

Penggunaan pelat nomor kendaraan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 68 Ayat 3 dan 4 yang berbunyi;

(3) Tanda Nomor Kendaraan Bermotor memuat kode wilayah, nomor registrasi dan masa berlaku,

(4) Tanda Nomor Kendaraan Bermotor harus memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan.

Selain untuk memudahkan pemilik dalam membedakan kendaraannya, pelat nomor pada kendaraan juga dapat memudahkan pihak kepolisian ketika sedang melacak seseorang.

Contohnya saja kasus jambret HP pesepeda di sekitar flyover Bendungan Hilir. Pelaku penjambretan menggunakan motor yang tidak memiliki pelat nomor, padahal aksi pelaku dan motornya terekam jelas.

Karena hal ini, kepolisian sempat kesulitan untuk melacak indentitas komplotan jambret tesebut.

Sebenarnya, sanksi terhadap kendaraan yang tidak memasang pelat nomor kendaraan bermotor sudah diatur dalam UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 280 yang berbunyi;

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksut dalam pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah),”***